WARTA 24 MALUKU

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Petahana Maju Pilkada, Ratusan Daerah Dinilai Rawan Korupsi

Posted by On 17.31

Petahana Maju Pilkada, Ratusan Daerah Dinilai Rawan Korupsi

IlustrasiKOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan daerah masuk ke dalam kategori sangat rawan korupsi. Penyebab utamanya yakni karena banyaknya petahana yang maju lagi dalam Pilkada Serentak 2018.

Berdasarkan kajian Indonesia Budget Center (IBC), daerah yang masuk kategori sangat rawan korupsi mencakup tingkat provinsi dan kabupaten atau kota.

"Dari 17 provinsi yang menyelenggarakan pilkada, terdapat 10 provinsi yang masuk kategori sangat rawan," ujar Deputi IBC Ibeth Koesrini di Kantor Bawaslu, Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Sepuluh provinsi yang masuk kategori sangat rawan korupsi yakni Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimatan Timur. Maluku, Papua, dan Maluku Utara.

Di tingkat kabupaten atau kota, sebanyak 95 kabupaten atau kota masuk ke kategori sangat rawan korupsi. Beberapa di antaranya yakni Kota Kediri, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Tanggamus.

(Baca juga: Kepala Daerah Rentan Korupsi, Modus Paling Sering Penyuapan)

Menurut Ibeth, petahana yang maju dalam pilkada membuka ruang penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dalam rangka memobilisasi massa.

Selain itu, naiknya dana bantuan sosial, dana hibah, hingga dana keuangan di APBD juga rawan diselewengkan oleh petahana.

Berdasarkan hasil kajian, IBC menemukan adanya tren kenaikan dana bansos dan hibah di wilayah petahana.

Misalnya di Jawa Tengah, dana bansos dan hibah mencapai Rp 5,6 triliun pada 2018. Jumlah ini naik dari tahun sebelumya yang hanya Rp 5,3 triliun.

Begitu juga di Jawa Timur, dana bansos dan dana hibah mencapai Rp 7,5 triliun. Angka ini naik dari Rp 6,6 triliun pada tahun sebelumnya.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan pengawasan terkait dana kampanye calon kepala daerah.

"Kami akan bersinergi dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk mengawal terkait dengan dana kampanye dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) juga," kata Abhan.

Kompas TV KPK terus melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah kepala daerah.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Pilkada Serentak 2018

Berita Terkait

FITRA: Ada 4 Modus Korupsi Calon Kepala Daerah Petahana

Kepala Daerah Banyak Ditangkap KPK, Inspektorat Daerah Dinilai Mandul

Mendagri Aku i Sulit Awasi Kepala Daerah 24 Jam agar Tak Korupsi

Kepala Daerah Banyak Korupsi, Golkar Rapat Konsultasi dan Undang KPK

Kepala Daerah Rentan Korupsi, Modus Paling Sering Penyuapan

Terkini Lainnya

Para Perempuan Ungkap Pelecehan Seksual Ketika Beribadah Haji

Para Perempuan Ungkap Pelecehan Seksual Ketika Beribadah Haji

Internasional 26/02/2018, 08:08 WIB Kisah Difabel Pengemudi Ojek 'Online', Dibuang Kakak di Bandara Saat Berusia 5 Tahun (2)

Kisah Difabel Pengemudi Ojek "Online", Dibuang Kakak di Bandara Saat Berusia 5 Tahun (2)

Regional 26/02/2018, 08:00 WIB Dari Surga Ini, Air Sungai Citarum Berasal

Dari Surga Ini, Air Sungai Citarum Berasal

Regional 26/02/2018, 07:59 WIB Sengketa Gelora Pancasila Surabaya, 3 Pengusaha Dicekal

Sengketa Gelora Pancasila Surabaya, 3 Pengusaha Dicekal

Regional 26/02/2018, 07:58 WIB 4 Anjing K-9 Bantu Cari Narkotika di Kapal yang Diamankan di Batam

4 Anjing K-9 Bantu Cari Narkotika di Kapal yang Diamankan di Batam

Regional 26/02/2018, 07:49 WIB Beli Kaos Rakernas PDI-P, Bule Asal AS Sebut Presiden Jokowi Bagus

Beli Kaos Rakernas PDI-P, Bule Asal AS Sebut Presiden Jokowi Bagus

Nasional 26/02/2018, 07:44 WIB Berita Terpopuler: 'Powerbank' Terbakar di Bagasi Kabin, hingga Penemuan Potongan Kepala

Berita Terpopuler: "Powerbank" Terbakar di Bagasi Kabin, hingga Penemuan Potongan Kepala

Internasional 26/02/2018, 07:35 WIB Media Sosial dan Adu Domba, Mengapa Kita Mudah Terpengaruh?

Media Sosial dan Adu Domba, Mengapa Kita Mudah Terpengaruh?

Edukasi 26/02/2018, 07:32 WIB PDI-P Sebut Jokowi Bisa Gandeng Cawapres Kalangan Profesional

PDI-P Sebut Jokowi Bisa Gandeng Cawapres Kalangan Profesional

Nasional 26/02/2018, 07:20 WIB Tertimpa Longsor, 2 Petani Hanyut di Sungai Kaliurang hingga Meninggal

Tertimpa Longsor, 2 Petani Hanyut di Sungai Kaliurang hingga Meninggal

Regional 26/02/2018, 07:20 WIB Gugatan Konsumen Reklamasi Menambah Masalah Anies

Gugatan Konsumen Reklamasi Menambah Masalah Anies

Megapolitan 26/02/2018, 07:04 WIB 5 Berita Terpopuler: Jokowi Nonton Dilan, Susi Kalahkan Sandiaga, dan Hoaks Sabu 3 Ton

5 Berita Terpopuler: Jokowi Nonton Dilan, Susi Kalahkan Sandiaga, dan Hoaks Sabu 3 Ton

Nasional 26/02/2018, 07:03 WIB BMKG: Waspadai Hujan yang Disertai Petir di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

BMKG: Waspadai Hujan yang Disertai Petir di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

Megapolitan 26/02/2018, 06:28 W IB Diduga Putus Cinta, Pemuda Disabilitas Nekat Terjun ke Sungai

Diduga Putus Cinta, Pemuda Disabilitas Nekat Terjun ke Sungai

Regional 26/02/2018, 06:22 WIB Keceriaan di Danau Sunter yang Bermula dari Tantangan Menteri Susi

Keceriaan di Danau Sunter yang Bermula dari Tantangan Menteri Susi

Megapolitan 26/02/2018, 06:21 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Maluku Tenggara Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »