WARTA 24 MALUKU

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Waspada, cuaca ekstrim mulai makan korban

Posted by On 03.13

Waspada, cuaca ekstrim mulai makan korban

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Waspada, cuaca ekstrim mulai makan korban
  • Senin, 18 Desember 2017 â€" 17:54
  • 29x views
Waspada, cuaca ekstrim mulai makan korban Diperkirakan masih terdapat penambang yang tertimbun longsor, namun belum diketahui jumlahnya karena sejak awal tidak diketahui jumlah pasti berapa orang yang sedang menambang pasir dan batu pada saat itu Proses evakuasi korban longsor di lokasi penambangan galian pasir di ka wasan pertambangan galian C di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Dok. BNPB/Jubi). Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Magelang, Jubi - Longsor kembali terjadi di penambangan galian pasir di kawasan pertambangan galian C di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor menimbun 16 orang, 8 meninggal dan 8 sisanya luka-luka.

"Diperkirakan masih terdapat penambang yang tertimbun longsor, namun belum diketahui jumlahnya karena sejak awal tidak diketah ui jumlah pasti berapa orang yang sedang menambang pasir dan batu pada saat itu," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis, Senin (17/12).

Sutopo mengatakan, saat kejadian cuaca sedang bersahabat alias sedang tidak hujan. Para penambang pasir dan batu bekerja menggali tebing seperti biasa. Tiba-tiba terjadi longsor dan langsung menimbun para penambang yang sedang bekerja.

"Tebing lereng sungai yang curam hasil erupsi Gunung Merapi ditambang untuk diambil pasir dan batu. Kondisi lereng hampir tegak lurus sehingga mudah longsor," ujar Sutopo.

BPBD Kabupaten Magelang Bersama TNI, Polri, Basarnas, Damkar, relawan dan warga masih terus mengevakuasi korban. Alat berat dikerahkan untuk mencari korban lain.

Adapun kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di sini. Sebelumnya pernah terjadi beberapa kali longsor yang menimbun penambang pasir.

Meski kondisi tebing lereng yang ditambang hampir tegak lurus di kawasan pertambangan galian C ini membahayakan, namun aktivitas penambangan masih saja terus berlangsung.

Sementara itu, dua desa di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) terdampak tanah longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil.

Dua desa yang terdampak yaitu Desa Kali, Kecamatan Pineleng dan Desa Tikela, Kecamatan Tombulu.

Dari data yang dirilis BNPB disebutkan, di Desa Kali sebanyak 12 jiwa terdampak dan sebanyak 13 kepala keluarga mengungsi.

Sementara di Desa Tikela, sebanyak 14 kepala keluarga mengungsi dan 116 (33 kepala keluarga) terdampak bencana ini.

Di Kota Manado, Dua anak warga Kelurahan Dendengan Dalam, hanyut di Sungai Sawangan, saat bermain di bronjong dan terbawa air deras, Sabtu ( 17/12/2017).

"Dua korban adalah Mudafar Alamansyah Hanapuava, umur tiga tahun, berjenis laki-laki, dan satunya adalah Rayhan Idji juga laki-laki berusia empat tahun, keduanya warga Dendengan Dalam, Paal Dua,&q uot; kata Sekretaris BPBD Manado, Astuty Kai.

Salah satu korban yakni Mudafar berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh warga, tidak jauh dari tempatnya terjatuh, dan langsung dibawa pulang orang tuanya.

"Sedangkan, Rayhan belum ditemukan dan masih dalam pencarian," katanya.

Astuty meminta warga yang bermukim di wilayah rawan bencana untuk berhati-hati dan mengawasi anak-anak.

Dia juga minta jika supaya lebih waspada, dan segera mengungsi ke tempat yang aman, karena Manado dilanda cuaca ekstrem, sehingga berbahaya bagi siapa yang yang bermukim di area rawan bencana.

Di Kepulauan Maluku, para nelayan tradisional diimbau mewaspadai hujan lebat disertai petir di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Aru pada beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, mengatakan, kondisi cuaca dipengaruhi awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

"Jadi harus diwaspadai karena Laut Arafura secara geografis dekat dengan Australia sehingga harus diperhatikan para nelayan tradisional karena gelombang di laut Arafura mencapai 1,50 meter," ujarnya.

Begitu pula, para nelayan tradisional sering "hanyut" hingga diamankan pihak keamanan Australia.

Karena itu, para nelayan yang hendak menangkap ikan jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional.

Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca tersebut dengan sewaktu-waktu terjadi perubahan kecepatan angin sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

"Jadi imbauan kondisi cuaca telah disampaikan melalui masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para Bupati maupun Wali Kota," kata George.

Dia mengingatkan, bila terjadi kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KS OP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca.(*)

Sumber: CNN Indonesia/Antara

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Merayakan hari HAM & teladan George Aditjondro

Selanjutnya

Baca Juga
  • Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua

    Berita Papua â€" Senin, 11 Desember 2017
  • Legislator Papua sebut jika Jokowi menentang Amerika, buktikan dengan tutup Freeport

    Polhukam â€" Minggu, 10 Desember 2017
  • Inilah isi Komunike KTT pertama ULMWP di Vanuatu

    Nasional & Internasional â€" Sabtu, 09 Desember 2017
  • Penjualan babi di Paniai diperkirakan naik 20 persen

    Ekonomi â€" Senin, 11 Desember 2017
  • Tiga langkah lagi, Galanita Tolikara menuju juara

    Lembar Olahraga â€" Sabtu, 09 Desember 2017

Komen Saya
  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Kematian Alex Sambom
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:27
Diproduksi : West Papua Updates Fadal Al Hamid tentang kapitalisme dan ideologi
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:24
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Waspada, cuaca ekstrim mulai makan korban

    Sulawesi â€" Senin, 18 Desember 2017 | 17:54 WP
  • Merariq; mencuri gadis dan peliknya pernikahan dini

    Bali & Nusa Tenggara â€" Senin, 18 Desember 2017 | 17:52 WP
  • Kurz: muda, kontroversial, bakal pemimpin termuda dunia

    Dunia â€" Senin, 18 Desember 2017 | 17:48 WP
  • GOW canangkan gerakan perempuan anti korupsi

    Jayapura Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 17:48 WP
  • Masa sidang III DPR Kabupaten Jayapura ditutup

    Jayapura Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 17:39 WP
  • Sebanyak 27 sanggar seni dan sekolah adat terima bantuan Disbudpar

    Jayapura Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 13:17 WP
  • Perindag rencana buka pasar murah di distrik

    Jayapura Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 13:05 WP
  • Pemkab Paniai diminta segera selesaikan dana TA mahasiswa

    Saireri â€" Senin, 18 Desember 2017 | 12:52 WP
  • PKN duga ada korupsi dana desa di kampung Wanggar Pantai Nabire

    Saireri â€" Senin, 18 Desember 2017 | 12:31 WP
  • Bupati Nabire minta perusahaan bayar THR tepat waktu

    Nabire Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 07:49 WP
  • PBSI Nabire dan Merauke akui kurangnya atlet pebulutangkis OAP

    Nabire Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 07:33 WP
  • Kejuaraan bulu tangkis Nabire Open 2017 ditutup

    Nabire Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 07:17 WP
  • Polda Papua sebut ada delapan unsur penting sukseskan pemilukada

    Polhukam â€" Senin, 18 Desember 2017 | 06:56 WP
  • Sebagian besar anggota DPRP tak ikut bimtek di Jakarta

    Polhukam â€" Senin, 18 Desember 2017 | 06:47 WP
  • Anggota "14 kursi" DPRP dibekali materi terkait tupoksi

    Polhukam â€" Senin, 18 Desember 2017 | 06:37 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kepulauan Aru

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »