WARTA 24 MALUKU

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

The Sacred Riana: Usia aku 190 tahun

Posted by On 21.15

The Sacred Riana: Usia aku 190 tahun

Keterangan Gambar : Marie Antoinette Riana Graharani saat ditemui di Graha Mitra NET TV, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2107) © Beritagar.id / Wisnu Agung Prasetyo

Sang manajer ungkap siapa di balik pembentukan karakter Riana. Termasuk rencana Riana berkarier di luar negara.

Ia duduk diam. Diam tanpa melakukan apapun. Ya, apapun. Hanya bergedek sesekali. Rambut panjangnya terurai menutup wajah. Mirip vampir. "Usia aku 190 tahun," ujar Riana, ilusionis Indonesia yang dikenal dengan sedikit kata, saat ditemui Beritagar.id.

Aksi diam Riana memang jadi kekuatan saat mengalahkan semua pesaingnya di kompetisi Asia's Got Talent--baru-baru ini. Ia bahkan tak menjawab ketika ditanya nama dan asalnya dari mana. Padahal, para peserta biasa perkenalkan diri di depan audiens, meski singkat.

Penampilan ala siswi sekolah Jepang disertai gedek secara berkala juga jadi senjatanya. Karakter Riana dinilai mistik. Anggun Cipta Sasmi, salah satu juri, tampak ketakutan jika Riana beraksi. "Itu reaksi spontan Anggun, bukan setting," kata manajer Riana, Mr Bow Vernon, yang juga pesulap.

Gimiknya Riana ini seperti gabungan karakter hantu. Rambutnya jelas mirip hantu sumur dari Jepang dalam film The Ring: Sadako. Gaya pakaiannya merujuk Sayo Aisaka, karakter hantu dari kartun Negimal: Magister Negi Magi. Kemudian boneka Riani, teman imajinernya, mirip banget Annabelle di film The Conjuring.

Riana terus memeluk Riani dipangkuan ketika diwawancara Heru Triyono, Indra Rosalia dan Wisnu Agung di Graha Mitra NET TV, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2107). Ia akan marah jika ada yang mereb ut Riani. Tentu saja, ia tetap sunyi, hanya beberapa kata saja terucap, karena sebagian besar pertanyaan dijawab oleh Bow Vernon.

Selama sejam kepalanya menunduk. Seolah menatap lantai yang dipijaknya dengan pandangan kosong. Bagian terbaiknya, ia justru mau diajak foto bersama. Di lorong studio, sofa hingga di balik pintu. Berikut tanya jawab dengan pemilik nama lengkap Marie Antoinette Riana Graharani ini dan manajernya:

Marie Antoinette Riana Graharani saat ditemui di Graha Mitra NET TV, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2107)
Marie Antoinette Riana Graharani saat ditemui di Graha Mitra NET TV, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2107)
© Wisnu Agung

Kenapa Riana irit bicara di depan publik, apakah ini gimik?
Mr Bow Verno n: Itu bukan kemauan kita atau tim. Hal itu memang kemauan dia (Riana).

Maksudnya, gimik itu memang menyesuaikan dengan karakter asli Riana?
Mr Bow Vernon: Yes. Kita hanya mendukung. Ketika Riana punya ide itu dan membuatnya nyaman, ya kami akan bantu.

Tapi karakter dia seperti beda dengan dulu, misalnya ketika dia di The Next Mentalist--yang agak aktif bicara?
Mr Bow Vernon: Mungkin kalau mengikuti Riana dari awal punya pemikiran begitu. Tetapi, orang akan menemukan kenyamanan setelah beberapa kali tampil. Sekarang, karakter seperti ini yang terbentuk.

Apa ada kesulitan dengan konsep Riana yang irit bicara itu? Misalnya di acara Asia's Got Talent...
Mr Bow Vernon: Pasti ada. Mereka kaget karena semua peserta pakai karakternya hanya di panggung, sementara Riana tetap diam ketika di ruang tunggu.

Hal itu bikin orang penasaran. Bahkan direktur acara itu sampai turun dan mencari Riana. Saat dia minta salaman, Riana tidak menggubris.

S ampai begitu ya...
Mr Bow Vernon: Karakter Riana ya seperti itu.

Lalu, bagaimana tim pendukung dari acara itu berkomunikasi dengan Riana?
Mr Bow Vernon: Lewat gue. Pihak Asia's Got Talent pun bertanya-tanya. Jawaban gue adalah tetap sama: Riana memang seperti itu, baik itu on atau off stage.

Kalau kita lihat Ayu Laksmi, pemeran Ibu Setan yang ikonis di Pengabdi Setan, dia biasa saja di luar, tapi kesan seramnya tetap melekat, kenapa karakter Riana dibawa-bawa terus?
Mr Bow Vernon: Gue enggak mau bedain. Ayu Laksmi itu pemain teater, Riana bukan. Setiap orang punya karakter masing-masing di dunianya.

Ada pihak yang tidak bisa terima karakter Riana ini?
Mr Bow Vernon: Malah penonton lebih mudah menerima Riana dengan karakter begini. Karakter Riana, yang mistik, akan mendukungnya melakukan aksinya yang khas--tentu dengan kemampuan teknik-teknik ilusi yang dia punya.

Manajemen Trilogy Magic Factory (TMF) melarang Riana untuk banyak bicara ?
Mr Bow Vernon: Dia nyaman dengan seperti itu. Jangan disangka gue atau tim melarang. Dasarnya Riana itu pendiam, suka mistis dan suka horor. Kemudian kita kembangkan karakter itu dan it works.

Tapi di sebuah acara talkshow televisi swasta, Riana mau bicara panjang lebar...
Mr Bow Vernon: Saat itu terpaksa. Karena ada organisasi yang minta klarifikasi kepada Riana bahwa dia bukan pemuja setan. Riana menangis. Kalau bisa sih jangan dibahas lagi.

Tekanan ormas itu yang membuat Riana menghilang sejenak dari layar kaca?
Mr Bow Vernon: Kita tetap ada dalam bentuk off air. Memang di televisi dikurangi. Selain dari ormas, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) juga (menekan).

Kenapa KPI ikut menekan Riana?
Mr Bow Vernon: Jangankan Riana, magician kayak gue, yang main fun saja, harus hati-hati. Karena apa yang gue sampaikan bisa dibilang pembodohan publik.

Nah, bayangkan, jika itu berlaku juga untuk Oge Arthemus, yang merupakan seorang escapologist. Maka akan dinilai bahaya juga--karena menyangkut hal-hal mistis.

Kok KPI menyasar pesulap, bagaimana dengan acara-acara yang buru setan itu, kan mistis juga, toh mereka bisa tayang...
Mr Bow Vernon: Itu dia. Mungkin acaranya harus jam 11 malam ke atas. Cuma, kalau sulap ditayangkan malam begitu, siapa yang mau menonton.

Vakum empat tahun kemudian muncul lagi, bahkan juara di ajang bergengsi, bagaimana rasanya?
Riana: Kita bahagia.

Mr Bow Vernon: Tumben dia (Riana) mau jawab lho. Kita itu maksudnya Riana dan Riani (boneka).

Riana tahu dari mana bahwa Riani juga bahagia?
Riana: (Gedek)

Selama ini Riani itu Anda anggap apa, sahabat, adik atau teman curhat?
Riana: (Sunyi)

Mr Bow Vernon: Yang jelas mereka saling suka. Riani dianggap sebagai teman imajinasi.

Kapan bertemu dengan Riani?
Riana: (Gedek lagi)

Mr Bow Vernon: Bertemu Riani ketika dia umur berapa tahun ya? Sekitar delapan tahun.

Usia Riana berap a sekarang?
Riana: 190 tahun.

Mr Bow Vernon: Umur real-nya gue enggak bisa share ya.

Artinya Riana menemukan boneka itu ketika pindah rumah ke Jakarta pada sekitar tahun 1890-an?
Riana: (Diam).

Kemudian, kenapa Riani tampak gosong, apakah dulu sang pemiliknya jadi korban kebakaran atau bagaimana, ada sejarah itu?
Riana: (Menunduk).

*Beberapa pertanyaan berikutnya yang diajukan ke Riana tidak dijawab. Hanya direspons dalam tiga bentuk: gedek, diam dan menunduk.

Marie Antoinette Riana Graharani saat ditemui di Graha Mitra NET TV, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2107)
Marie Antoinette Riana Graharani saat ditemui di Graha Mitra NET TV, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2107)
© Wisnu Agung

Bagaiman a Manajemen Trilogy Magic Factory (TMF) menemukan bakat Riana?
Mr Bow Vernon: Sebelum ia tampil di The Next Mentalist kta sudah bertemu dengan Riana lebih dulu. Saat itu Trilogy belum ada magician perempuan.

Beberapa tahun kemudian Trilogy ditunjuk Deddy Corbuzier sebagai konsultan The Next Mentalist. Salah satu nama yang kita ajukan adalah Riana.

Sejak lama Riana sedikit bicara?
Mr Bow Vernon: Yang jelas enggak se-dark sekarang. Dasarnya dia memang tidak banyak omong. Kalau bicarakan konsep hanya sedikit-sedikit, tapi penuh ide.

Konsep irit bicara itu diterima oleh pihak Asia's Got Talent atau memang diracik kembali?
Mr Bow Vernon: Konsepnya seperti Riana selama ini. Video audisi kami kirim saat Riana bermain dengan foto, kunci dan kartu. Mereka suka gaya bizzarist yang Riana bawakan.

Kenapa Riana memilih aliran bizarre illusionist?
Mr Bow Vernon: Karakternya cocok. Dia bermain ilusi dengan tema bizarre, yang berbau gaib dan mistis, sep erti pemanggilan arwah.

Sebagai bizzarist, Riana memilih unsur mistik dari luar, seperti boneka yang mirip Annabelle. Mengapa enggak unsur mistik khas Indonesia?
Mr Bow Vernon: Balik lagi. Indonesia itu sensitif. Misalnya munculin pocong. Nah pocong ini memakai kain kafan dan terkait sama agama tertentu, nanti jadi masalah lagi.

Jadi cari aman saja?
Mr Bow Vernon: Yes. Gue mending cari aman saja deh. Kita ini bermain di area abu-abu. Enggak boleh hitam banget, enggak boleh putih banget.

Konsep sulap yang masih sensitif ini bisa "dijual" di Indonesia?
Mr Bow Vernon: Sebenarnya hal itu agak susah. Bagaimana caranya bikin orang takut tetapi tetap menghibur. Formulanya kami temukan dalam diri Riana. Meski seram, tetapi sosoknya ditunggu. Gue enggak tahu apakah orang lain bisa memainkan sekuat Riana dan bisa memunculkan efek yang sama. Belum tentu juga tema yang Riana mainkan bisa menakutkan penonton ketika tema itu gue mainkan.

Bagaimana men cari formula menakutkan tapi menghibur?
Mr Bow Vernon: Kalau bicara Asia's Got Talent, ya kita meriset penonton di luar itu seperti apa karakternya. Kita juga melihat reaksi juri.

Secara logika, tiga juri itu pemimpin dari penonton. Dalam arti merepresentasikan mereka. Kalau kita bisa bikin juri bereaksi maka penonton juga akan ikut. Nah dari semua juri, yang responsnya paling oke ya Anggun. Dia perempuan, penakut, dan dia jadi sasaran empuk untuk membangun suasana.

Sebagai objek, Anda bicarakan konsepnya itu dengan Anggun?
Mr Bow Vernon: Jangan berpikir kita bisa bertemu Anggun. Sebelum atau sesudah tampil di panggung, kita enggak bisa bertemu juri. Juri itu steril.

Meski hanya untuk say hello saja...
Mr Bow Vernon: Ada aturan yang melarang.

Jadi Anggun sama sekali enggak dikasih tahu bahwa dia akan ditakut-takuti?
Mr Bow Vernon: Enggak. Bahkan setelah menang pun hanya sebentar bertemu. Enggak sempat ngobrol.

Ada yang berpikir k arena Anggun juga dari Indonesia, jadi ada semacam setting-an?
Mr Bow Vernon: Dipastikan enggak ada. Mereka profesional.

Apakah setiap trik Riana yang direncanakan disertai plan B, jaga-jaga jika gagal?
Mr Bow Vernon: Setiap magician itu pasti ada plan B. Tetapi mereka berharap jangan sampai memakainya.

Riana pernah memakai plan B itu?
Mr Bow Vernon: Sampai saat ini enggak, meski pernah ada kesalahan kecil banget. Yang tahu hanya tim.

Marie Antoinette Riana Graharani saat ditemui di Graha Mitra NET TV, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2107)
Marie Antoinette Riana Graharani saat ditemui di Graha Mitra NET TV, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2107)
© Wisnu Agung

Karakter tampilan Riana ini campur-campur ya. Ada Lolita Style-nya, rambutnya mirip Sadako dan Rianinya mirip Annabelle...
Mr Bow Vernon: Cosplayer ngomongnya Lolita, padahal sih kita enggak ke arah sana. Cerita awal pakaian Riana ya mengikuti Riani. Itu saja. Kalau mirip Sadako ya banyak yang bilang. Cuma kita enggak berniat membentuknya mirip seperti Sadako.

Riana berdandan sendiri?
Mr Bow Vernon: Yes. Dia akan berdandan seperti itu sejak turun dari mobil--sebelum masuk studio. Enggak merepotkan buat mereka (pengundang), tapi buat kita ha-ha. Bercanda.

Apa yang berubah dari kehidupan Riana dan Anda, sebelum dan sesudah ikut Asia's Got Talent?
Mr Bow Vernon: Ide kami sekarang jadi lebih mudah diterima. Mungkin karena di luar sudah berhasil, sehingga di Indonesia mudah diterima. Padahal ide yang sama juga pernah diajuin, tapi mereka enggak mau.

Mirip film Indonesia ya. Begitu diakui di luar negeri, baru kemudian diapresiasi di sini...
Mr Bow Vernon: Betul banget.

Kabarnya banyak tawaran dari luar negeri untuk tampil?
Mr Bow Vernon: Masih dibicarakan. Negara seperti Brunei, India, Singapura, Hongkong dan Malaysia menyatakan ketertarikan kepada Riana. Bahkan ada juga dari Jerman, Amerika dan Venezuela tertarik mau kenal Riana.

Btw apakah Deddy Corbuzier memiliki peran dalam pembentukan karakter Riana?
Mr Bow Vernon: Tentu dia punya andil.

Artinya Deddy cukup berjasa ketika Riana juara di Asia's Got Talent?
Mr Bow Vernon: Kalau di awal karier Riana, Mas Deddy iya punya peran. Tapi kalau Asia's Got Talent nanti dulu. Di sana itu murni ide dari kita.

Pilih mana, karier di Indonesia atau luar negara?
Mr Bow Vernon: Di luar negeri menarik. Tapi mana saja ya, asal bisa berkarya.

Heru Triyono

Penulis Bincang

  • Putri Marino:  Aku masih buta dengan teknik akting Putri Marino: Aku masih buta dengan teknik akting
  • Direktur PT DI Elfien Goentoro: PT DI bukan lagi pabrik pesawat Direktur PT DI Elfien Goentoro: PT DI bukan lagi pabrik pesawat
  • Gregoria Mariska: Aku tak terbebani julukan the next Susi Gregoria Mariska: Aku tak terbebani julukan the next Susi
MUAT LAGI Sumber: Google News | Warta 24 Buru Selatan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »