www.AlvinAdam.com

WARTA 24 MALUKU

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Alasan Polisi Batal Buru Anggota The Family MCA ke Korea Selatan

Posted by On 18.40

Alasan Polisi Batal Buru Anggota The Family MCA ke Korea Selatan

Alasan Polisi Batal Buru Anggota The Family MCA ke Korea Selatan Reporter:

Chitra Paramaesti

Editor:

Rina Widiastuti

Rabu, 28 Februari 2018 18:49 WIB
Direktur CyberCrime Mabes Polri Brigjend. Pol Fadil Imran (tengah) bersama Kasubdit 1 Dittipid Siber Bareskrim polri Kombes Pol. Irwan Anwar (kanan) memperlihatkan tersangka anggota kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 28 Februari 2018. TEMPO/Amston Probel

Direktur CyberCrime Mabes Polri Brigje nd. Pol Fadil Imran (tengah) bersama Kasubdit 1 Dittipid Siber Bareskrim polri Kombes Pol. Irwan Anwar (kanan) memperlihatkan tersangka anggota kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 28 Februari 2018. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran mengatakan penyidik batal memburu salah satu anggota The Family Muslim Cyber Army (The Family MCA) Suhendra yang diduga berada di Korea Selatan.

"Pengejaran ke Korea Selatan enggak jadi," kata Fadil di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018.

Baca: Kata Moeldoko Soal Penangkapan Kelompok Family MCA

Kepolisian, kata Fadil, masih mendalami kasus kelompok penyebar konten provokatif tersebut. Menurut dia, untuk pengembangan kasus ini, kepolisian masih mencari ot ak dan sumber dana kelompok ini.

Fadil menuturkan, kepolisian saat ini baru mengungkap cara perekrutan The Family MCA. Untuk bisa bergabung dengan kelompok ini, calon anggota harus melalui serangkaian tes dan disumpah. "Nanti kelihatan mana yang bisa jadi member sejati," ujarnya.

Sebelumnya, kepolisian akan mengejar anggota The Family MCA hingga ke Korea Selatan. Sebab, dalam hasil penelusuran kepolisian menyebut ada anggota tim The Family MCA tersebar hingga ke luar negeri.

Baca: Begini Perbedaan The Family MCA dengan Saracen

The Family MCA merupakan salah satu grup di media sosial yang menyerang akun lawan dengan menyebar virus-virus hingga gawai milik lawan rusak dan memunculkan strategi isu baru untuk lawan. Mereka beranggotakan 177 orang dengan 6 orang sebagai admin. "Mereka tim sniper dan inti," ujar Fadil.

Polisi kini telah menangkap Muhammad Luth, 40 tahun, Rizki Surya Dharma, 35 tahun, Ramdani Saputra, 3 9 tahun, Tara Arsih Wijayani, 40 tahun, dan Yuspiadin, 24 tahun. Mereka dicokok di beberapa kota yang berbeda.

Polisi menjerat anggota The Family MCA itu dengan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 33 UU ITE.

Terkait
  • Begini Perbedaan The Family MCA dengan Saracen

    Begini Perbedaan The Family MCA dengan Saracen

    2 hari lalu
  • Agar Tak Terlacak Polisi, The Family MCA Gunakan Aplikasi Zello

    Agar Tak Terlacak Polisi, The Family MCA Gunakan Aplikasi Zello

    2 hari lalu
  • Polisi: Karakteristik Kelompok Family MCA Mirip Saracen

    Polisi: Karakteristik Kelompok Famil y MCA Mirip Saracen

    3 hari lalu
  • Polisi Kejar Seorang Anggota Family MCA di Korea Selatan

    Polisi Kejar Seorang Anggota Family MCA di Korea Selatan

    3 hari lalu
  • Rekomendasi
  • KPK Geledah 5 Lokasi Kasus Korupsi W   ali Kota Kendari dan Ayahnya

    KPK Geledah 5 Lokasi Kasus Korupsi Wali Kota Kendari dan Ayahnya

    5 jam lalu
  • Polda Jatim Tangkap Penyebar Hoax yang Terkait Family MCA

    Polda Jatim Tangkap Penyebar Hoax yang Terkait Family MCA

    19 jam lalu
  • Kepala BNN Heru Winarko Janji Akan Segalak Budi Waseso

    Kepala BNN Heru Winarko Janji Akan Segalak Budi Waseso

    23 jam lalu
  • KPK: Pengembalian Uang Korupsi Tak Hentikan Pengusutan Kasus

    KPK: Pengembalian Uang Korupsi Tak Hentikan Pengusutan Kasus

    1 hari lalu
  • Foto
  • Peringati HUT Ke-72, Ratusan Marinir Takklukan Selat Sunda

    Peringati HUT Ke-72, Ratusan Marinir Takklukan Selat Sunda

    2 jam lalu
  • Foto Hari Ini: dari Tumpukan Uang ke Pohon Tumbang

    Foto Hari Ini: dari Tumpukan Uang ke Pohon Tumbang

    10 jam lalu
  • Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jonru Ginting Teriak Allahu Akbar

    Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jonru Ginting Teriak Allahu Akbar

    15 jam lalu
  • Menyelusuri Sungai Citarum yang Paling Tercemar di Dunia

    Menyelusuri Sungai Citarum yang Paling Tercemar di Dunia

    18 jam lalu
  • Video
  • IMF Mengunjungi Keraton Yogya, Ini Pesan Sultan HB X

    IMF Mengunjungi Keraton Yogya, Ini Pesan Sultan HB X

    14 jam lalu
  • Polda Riau Tangkap 4 Orang Pelaku Pembakaran Lahan

    Polda Riau Tangkap 4 Orang Pelaku Pembakaran Lahan

    23 jam lalu
  • Inilah Pentolan Penyebar Hoax yang Ditangkap Polisi

    Inilah Pentolan Penyebar Hoax yang Ditangkap Polisi

    1 hari lalu
  • Presiden Joko Widodo Melantik Heru Winarko sebagai Kepala BNN

    Presiden Joko Widodo Melantik Heru Winarko sebagai Kepala BNN

    1 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Salat Jumat di Istiqlal, Jokowi: Diingatkan Bapak Imam Besar

  • 2

    Eks Dosen yang Jadi Anggota Family MCA dalam Catatan Universitas

  • 3

    Dilaporkan Fadli Zon ke Bareskrim, Ananda Sukarlan Angkat Bicara

  • 4

    Fadli Zon Laporkan Akun Ananda Sukarlan dan @makLambeTurah

  • 5

    Golkar Telah Mengajak Demokrat Dukung Jokowi di Pilpres 2019

  • Fokus
  • Cerita BNN Sita 4,71 Ton Sabu dan Tembak Mati 79 Bandar Narkoba

    Cerita BNN Sita 4,71 Ton Sabu dan Tembak Mati 79 Bandar Narkoba

  • Jurus Sandiaga Uno buat Bersih-bersih Danau Jakarta yang Tercemar

    Jurus Sandiaga Uno buat Bersih-bersih Danau Jakarta yang Tercemar

  • Jokowi Beri Sinyal Pembentukan TGPF Nov   el Baswedan

    Jokowi Beri Sinyal Pembentukan TGPF Novel Baswedan

  • Waduk Pluit dan Ria Rio, Pernah Membaik di Masa Jokowi-Ahok

    Waduk Pluit dan Ria Rio, Pernah Membaik di Masa Jokowi-Ahok

  • Terkini
  • Pengacara Sebut Abu Bakar Baasyir Berhak Jadi Tahanan Rumah

    Pengacara Sebut Abu Bakar Baasyir Berhak Jadi Tahanan Rumah

    1 jam lalu
  • Jurnalis TV Bacakan Deklarasi Pilkada yang Damai dan Bebas SARA

    Jurnalis TV Bacakan Deklarasi Pilkada yang Damai dan Bebas SARA

    1 jam lalu
  • Dilaporkan Fadli Zon ke Bareskrim, Ananda Sukarlan Angkat Bicara

    Dilaporkan Fadli Zon ke Bareskrim, Ananda Sukarlan Angkat Bicara

    1 jam lalu
  • Marak OTT, Polri Usulkan Penjatuhan Sanksi Sosial

    Marak OTT, Polri Usulkan Penjatuhan Sanksi Sosial

    1 jam lalu
  • Debat Pilkada, KPU Tak Bisa Beri Di   spensasi Calon yang Kena OTT

    Debat Pilkada, KPU Tak Bisa Beri Dispensasi Calon yang Kena OTT

    2 jam lalu
  • Wiranto Sebut Rusia Tawarkan Banyak Alutsista ke Indonesia

    Wiranto Sebut Rusia Tawarkan Banyak Alutsista ke Indonesia

    2 jam lalu
  • Aher Membantah Pernah Jadi Pembicara Workshop Muslim Cyber Army

    Aher Membantah Pernah Jadi Pembicara Workshop Muslim Cyber Army

    2 jam lalu
  • KPK Geledah 5 Lokasi Kasus Korupsi Wali Kota Kendari da   n Ayahnya

    KPK Geledah 5 Lokasi Kasus Korupsi Wali Kota Kendari dan Ayahnya

    9 jam lalu
  • Polri Disoal Kaitkan Penyelidikan Korupsi dan Kalkulasi Ekonomi

    Polri Disoal Kaitkan Penyelidikan Korupsi dan Kalkulasi Ekonomi

    10 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Tim Ferrari, dari Alberto Ascari hingga Kimi Raikonen

    Jauh sebelum Kimi Raikonen, tim Ferrari sudah berlaga di Formula 1 sejak 1950. Tim itu telah meraih berbagai prestasi, baik driver maupun constructor.

    Sumber: Google News | Warta 24 Buru Selatan

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »