www.AlvinAdam.com


Warta 24 Maluku

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Dorong Perikanan Berkelanjutan, KKP Berikan Bantuan kepada ...

Posted by On 04.22

Dorong Perikanan Berkelanjutan, KKP Berikan Bantuan kepada ...

Nelayan Kepulauan Aru menerima bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (7/2) Foto: Lukman

KKPNews, Dobo â€" Perairan Maluku dikarunia potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa, terlebih dengan Kabupaten Kepulauan Aru yang berbentuk kepulauan dengan ratusan gugus pulau dan sebagian besar wilayahnya perairan. Kepulauan Aru dikaruniai dengan ekosistem perairan tropis yang memiliki karakteristik dinamika sumber daya perairan yang luar biasa, termasuk di dalamnya sumber daya ikan. Sumber daya ikan sangat melimpah, baik dari kuantitas maupun diversitas.

Produksi kepulauan Aru tahun 2016 mencapai 59.029 ton atau naik 2,58% dari tahun 2015 sebesar 57.545 ton. Sementara jumlah nelayan mencapai 34.192 orang. Jika dibandingkan dengan potensinya, tentu produksi perikanan tangkap di Kepuluan Aru masih sangat terbuka peluang untuk dikembangkan.

“Sumber daya ikan yang dimiliki tentu saja harus dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan nelayan. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan mendapat dukungan penuh dari Komisi IV DPRRI dan pemerintah daerah, terus memberikan dukungan bantuan kegiatan dan program, khususnya untuk Kabupaten Kepulauan Aru dan umumnya Provinsi Maluku, termasuk yang akan disampaikan pada acara ini,” ujar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar pada Kunjungan Kerja Spesifik KKP bersama Komisi IV DPR RI di Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku yang dipusatkan di Pelabuhan Perikanan (PP) Dobo (7/2).

“Seiring deng an itu, tak henti-hentinya kami mengajak nelayan dan kita semua untuk bersama-sama menjaga agar sumber daya ikan dan laut lestari dan berkelanjutan. Segala sumber daya yang diciptakan Tuhan harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, bukan untuk dirusak dan dibinasakan. Kita yang bergerak di sektor perikanan, salah satu wujud nyata dari kecintaan dan komitmen kita untuk menjaga lingkungan adalah dengan terus mengembangkan praktik-praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan menjauhi praktik-praktir yang illegal dan merusak,” tambah Zulficar.

“Saya sangat menghargai perjuangan dan komitmen Bapak/Ibu untuk terus mengembangkan praktek-praktek penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Agama mengajarkan kebaikan yang berlimpah rahmat dan pahala. Kita harus menjaga sumber daya ikan kita sehingga menjadi warisan yang sangat baik bagi kehidupan anak-cucu kita,” tambahnya lagi.

Untuk mendorong perikanan tangkap yang berkelanjutan di perairan Kepulauan Aru, pada kesempatan t ersebut KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) memberikan sejumlah bantuan kepada nelayan. Bantuan tersebut berupa sarana penangkapan ikan kapal perikanan total 7 unit dengan ukuran 3 GT sebanyak 5 unit, 1 unit kapal 5 GT dan 1 unit kapal berbobot 10 GT. Selain itu juga menyerahkan 37 paket alat penangkapan ikan ramah lingkungan. KKP juga menyelesaikan dokumen perizinan untuk 3 kapal Inka Mina untuk 3 kabupaten di Provinsi Maluku.

Secara simbolis hal ini disampaikan melalui penyerahan dokumen perizinan kapal Inka Mina 978 KUB Waplau Permai (Kab. Buru), Inka Mina 794 KUB Nelayan Bahtera Bahari (Kab. Seram Bagian Timur) dan Inka Mina 977 KUB Nelayan Pesisir Banda (Kab. Maluku Tengah).

Bantuan pemerintah ini diserahkan langsung oleh Zulficar Mochtar, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena, Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga, Direktur Pelabuhan Perikanan KKP Frits P. Lessnusa, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Romelus Far Far, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aru Ongki Gutandjala. Dari Komisi IV DPRRI hadir pula Rachmad Handoyo, Ono Surono, Susi Syahdonna, Jamaluddin Jafar, Hermanto, dan Kasriyah.

Zulficar mengajak masyarakat nelayan untuk dapat menggunakan bantuan pemerintah dalam mengawal keberlanjutan sumber daya ikan di perairan Indonesia. “Potensi perikanan di Maluku memang luar biasa. Bapak-bapak tidak perlu jauh-jauh melaut sudah dapat ikan. Namun tetap perlu diingat agar tidak merusak laut dan tetap melindungi kelestarian hayati laut,” ujarnya.

Di antara nelayan yang hadir adalah nelayan Pantai Utara Jawa yang semula menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang (cantrang) dan kini berpindah daerah penangkapan ikan ke Dobo dan beralih menggunakan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Kapal mereka berbaris ramai di dermaga PP Dobo dengan hasil melimpah.

Selain bantuan sarana penangkapan ikan, pemerintah juga memberikan bantuan premi asuransi nelayan sebanyak 1.407 premi pada tahun 2017. Besaran manfaat santunan asuransi nelayan akibat kecelakaan aktivitas penangkapan ikan hingga Rp 200 juta apabila meninggal dunia, Rp 100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta.

Dalam kesempatan yang sama, DJPT juga memberikan bantuan permodalan nelayan yang merupakan kerja sama DJPT dengan Bank BRI dalam Gerai Permodalan Nelayan (Gemonel).

Gerai ini bertujuan untuk meningkatkan pendanaan skala usaha termasuk memfasilitasi pengembangan alat penangkapan ikan ramah lingkungan. Di Kepulauan Aru, nilai plafon kredit yang digelontorkan sebanyak Rp 33,74 milyar untuk 820 nelayan, sedangkan di Provinsi Maluku sebanyak Rp 73,93 milyar untuk 2.550 nelayan. (Humas DJPT)

  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Se nang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments

Sumber: Google News | Warta 24 Kepulauan Aru

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »