Polisi Buru Pencuri Tali Pocong di Ciputat Tangerang Selatan - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Polisi Buru Pencuri Tali Pocong di Ciputat Tangerang Selatan

Polisi Buru Pencuri Tali Pocong di Ciputat Tangerang Selatan

Connect with us Warga berkerumun menyaksikan kuburan almarhum Suhendra…

Polisi Buru Pencuri Tali Pocong di Ciputat Tangerang Selatan

www.metaonline.id Connect with us
Warga berkerumun menyaksikan kuburan almarhum Suhendra yang sudah bekas digali orang tak dikenal. (ADI/METAONLINE)

TANGSEL,MO â€" Warga Ciputat Tangerang Selatan dikagetkan dengan pencurian tiga buah tali pocong di Pemakaman Taman Abadi RT 02/03. Peristiwa itu terjadi pada Jum’at, 29 desember 2017 sekira pkl 06.30 WIB.

Hingga saat ini jajaran Sat Reskrim Polres Tangsel masih menyelidiki kasus agar bisa mengetahui pelaku yang belum dikenali itu karena menggali makam almarhum Mohammad Suhendra alias Capu.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander mengatakan, almarhum Suhendra meninggal pada hari Kamis, 28 Desember 2017 pkl 10.00 Wib di Musholla Al Hasan Khaenah (Musholla di TKP) karena sakit. Kemudian almarhum dimakamkan pad a pkl 14.00 Wib oleh keluarga dan warga sekitar

“Keesokan harinya pada Jumat pagi, saat keluarga hendak berziarah ke TKP, melihat makam almarhum sudah dalam keadaan tergali dan 3 (tiga) buah papan penutup alamrhum yang berada di bagian kepala, tengah dan kaki sudah terbuka,” terang Alexander.

Kejadian ini lantas dilaporkan ke anggota Binmas AIPTU Kustam dan langsung mendatangi TKP. Ternyata benar bahwa makam almarhum telah terbongkar dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Ciputat.

“Makamnya memang seperti bekas digali dan ada tiga tali yang hilang. Kejadian pencurian tali pocong diwilayah Ciputat baru pertama kali terjadi dan kasusnya masih kami selidiki,” tandasnya.

ADI DARMA

Don't Miss

Korban Kekerasan Seksual Anak di Tangerang Harus Dapat Restitusi

meta online Continue Reading

Hukum Kriminal

Korban Kekerasan Seksual Anak di Tangerang Harus Dapat Restitusi

Published

21 jam ago

on

Januari 5, 2018

By

meta online Kapolres Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif saat melakukan press release kekerasan seksual terhadap puluhan anak, Jumat (5/1). (ADI/METAONLINE)

KAB. TANGERANG,MO â€" Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto turut menyikapi kasus kejahatan seksual oleh oknum guru di Tangerang terhadap puluhan anak.

Kak Seto mengatakan, kasus ini pertama kali masuk ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia sekitar dua pekan lalu. LPAI pun sudah meneruskannya ke LPA Banten yang diketuai oleh Iip Safrudin.

“Kehadiran kita di sini menambah bukti positif bahwa kita sesungguhnya kian tangguh men ghadapi kejahatan seksual terhadap anak. Masyarakat melaporkan, media memberitakan, polisi melakukan penindakan,” ujar kak Seto dalam keterangannya, Jumat (5/1).

Menurut dia, dalam setiap kejadian acap bicara bahwa anak menderita akibat kejahatan ini. Tapi berapa sesungguhnya nilai penderitaan? Tentu tak terperi. Namun LPAI, pada workshop di Amerika Serikat, menemukan bahwa kerugian per anak adalah sekitar US$ 180,000.

“Jadi silakan dikalikan jumlah anak yang menjadi korban. Itulah kerugian yang dialami,” jelasnya.

Diungkapkan Kak Seto, Begitu besar kerugian yang dialami, sehinga sepatutnya tidak berkutat hanya pada apa yang harus dilakukan terhadap pelaku. Tapi mari pikirkan apa yg semestinya diperbuat terhadap korban.

“Saya rasa para korban harus mendapat restitusi. Yakni pemulihan kondisi atau penggantian kerugian yang dialami korban baik secara fisik maupun mental,” tegasnya.

Lanjut Kak Seto, hal itu seiring dengan keluarnya PP tentan g Restitusi bbrp waktu lalu. LPAI pun terus menyemangati Polresta Tangerang sejak tahap penyidikan juga mulai memproses pengajuan restitusi bagi para korban.

ADI DARMA

Continue Reading

Hukum Kriminal

Tega! Guru Honorer di Tangerang Sodomi 25 Anak

Published

2 hari ago

on

Januari 4, 2018

By

meta online Gubuk 'semar mesem' yang digunakan tersangka Babeh melakukan kekerasan seksual terhadap anak. (ISTIMEWA)

KAB. TANGERANG,MO â€" Entah apa yang ada dalam pikiran WS alias Babeh. Pria yang mengaku sebagai guru honorer disalah satu SD di kawasan Rajeg Kabupaten Tangerang ini tega menyodomi 25 anak.

Kejahatan ini pun diakui tersangka WS alias Babeh dihadapan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, Kamis (4/1). Bahkan tersangka menceritakan perbuatannya itu dengan rinci.

Dihadapan Kapolres, tersangka WS alias Babeh menceritakan, peristiwa itu berawal di Kampung Sakem, Desa Tamiang pada bulan April 2017. Saat itu, istri tersangka sudah 3 bulan menjadi TKW di Malaysia.

Menurut tersangka, anak-anak sering mendatangi dirinya di gubug yang didirikan tersangka. Kedatangan anak-anak karena mengangga p tersangka memiliki ajian semar mesem dan bisa mengobati orang sakit.

“Tersangka sendiri mengaku sehari-hari berprofesi sebagai guru honorer di salah satu SD di kawasan Rajeg,” ucap Kapolres.

Anak-anak itu kemudian meminta ajian semar mesem kepada tersangka. Atas permintaan itu, tersangka bersedia memberikan ajian semar mesem asalkan ada mahar (semacam kompensasi) uang.

Namun, untuk mahar uang, anak-anak mengaku tidak memilikinya. Tersangka kemudian mengatakan, mahar uang bisa diganti asalkan anak-anak bersedia disodomi. Berdasarkan pengakuan tersangka, anak-anak bersedia disodomi olehnya.

“Tersangka juga mengaku mengolesi minyak ke anus korbannya sebelum disodomi. Setelah itu, tersangka memerintahkan anak-anak untuk menelan gotri (logam bulat kecil) yang diklaim tersangka sebagai bagian dari ritual pemberian ajian,” ungkap Kapolres.

Jika ada anak yang menolak disodomi, tersangka menakut-nakuti korban bahwa jika tidak bersedia disodomi mak a akan menerima kesialan selama 60 hari. Atas dasar itulah, akhirnya anak-anak bersedia disodomi.

“Kebanyakan anak yang menjadi korbannya enggan bercerita ke orang lain karena malu atau takut,” terang kapolres.

Tersangka WS alias Babeh juga mengatakan, gubug yang didirikanya di Sakem, Tamiang berdekatan dengan Pondok Pesantren. Tersangka mengklaim memiliki suara bagus sehingga banyak anak pesantren yang mendatanginya meminta resep agar suara bagus.

“Gubuk yang didirikan tersangka sempat dibakar oleh tetangga yang tidak terima karena banyak anak-anak yang mendatangi,” tutur Kapolres lagi.

Tersangka kemudian pindah tempat dan kembali mendirikan gubug Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg sekitar bulan Oktober 2017. Namun, menurut tersangka, meski sudah pindah tempat, anak-anak tetap mendatanginya. Di gubug yang baru itu, tersangka kembali melakukan aksinya dengan modus serupa.

“Hingga pada tanggal 2 Desember 2017, tersangka ke mbali melakukan aksi kekerasan seksual kepada 3 anak-anak. Salah satu anak kemudian menceritakan peristiwa itu ke orangtuanya,” beber Kapolres.

Setelah melakukan penyelidikan, pada tanggal 14 Desember 2017, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP /29/K/XII/2017/Sek.Rajeg Tanggal 14 Desember 2017, seorang warga akhirnya melaporkan bahwa anak laki-lakinya menjadi korban peristiwa itu ke Polsek Rajeg.

Setelah dilakukan visum, kasus itu diambil alih Polresta Tangerang dengan Pelimpahan Berkas Perkara Nomor B: 151/XII/2017/Sek.Rajeg, tanggal 20 Desember 2017.

“Pelimpahan penanganan itu dilatarbelakangi sensitivitas kasus serta pola penanganan yang harus benar-benar maksimal,” tandasnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Hukum Kriminal

Kasus Pedofilia Korban 25 Anak di Tangerang Terungkap

Published

2 hari ago

on

Januari 4, 2018

By

meta online Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menginterogasi tersangka WS alias Babeh yang 'memangsa' 25 anak, Kamis (4/1). (ISTIMEWA)

KAB. TANGERANG,MO â€" Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus kasus kekerasan seksual terhadap anak atau pedofilia. Seban yak 25 anak menjadi korban kejahatan yang dilakukan oleh tersangka WS alias Babeh.

Kasus berawal dari adanya masyarakat yang melaporkan kasus kekerasan seksual kepada anak atau pedofilia. Berawal dari SMS itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif memerintahkan Kasat Reskrim Kompol Wiwin Setiawan untuk melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti informasi itu.

Peristiwa ini tidak langsung diekspos mengingat kepentingan penyelidikan termasuk untuk menyelidiki anak-anak lain yang turut menjadi korban. Selain itu juga untuk melindungi hak-hak anak yang di dalamnya termasuk faktor psikologis anak.

“Kami pun melakukan penanganan kasus ini secafa komprehensif agar tersangka tidak diamuk massa,” ungkap Kapolres, Kamis (4/1).

Setelah serangkaian penyelidikan, pada tanggal 20 Desember 2017, Sat Reskrim Unit V PPA, Pimpinan Kanit PPA Ipda Iwan Dewantoro, bersama 4 anggotanya melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial WS alias Babeh di kediamannya di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

“Dari hasil interogasi, jumlah anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual sebanyak 25 orang yang kesemuanya sudah menjalani visum,” terang Kapolres.

Saat Kapolres menyebutkan satu per satu nama anak yang menjadi korban, tersangka mengaku mengenalinya. Bahkan, saat Kapolres salah mengeja nama anak yang menjadi korban, tersangkalah yang mengoreksinya.

“Dalam kasus ini kami sudah melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka dan hasilnya tersangka dinyatakan normal,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, rata-rata usia anak yang menjadi korban kekerasan seksual oleh tersangka antara 10-15 tahun dan semua berjenis kelamin laki-laki.

“Dari peristiwa itu, diamankan barang bukti berupa 1 kaos lengan pendek merek “little boy”, 1 celana pendek warna biru ungu, pelor gotri, dan telepon genggam,” katanya lagi.

Atas perbuatannya, tersangka WS alias Babeh akan dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dalam paling lama 15 tahun.

“Hingga saat ini, proses sudah pada tinggkat penyidikan pemeriksaan saksi-saksi dan para korban serta dalam proses pemberkasan,” tukas Kapolres.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending

  • Kota Tangerang3 bulan ago

    Begini Syarat Driver Grab Bergabung Dengan Inkoppol

  • Kota Tangerang3 bulan ago

    Ini Penjelasan Pihak Sekolah Soal Kepsek SMAN 6 Tangerang Tampar Murid

  • Ragam META5 hari ago

    Diam Saat Marah, Sifat Pemilik Zodiak Ini

  • Kota Tangerang1 minggu ago

    Ini Titik Kemacetan Kota Tangerang Saat Malam Tahun Baru 2018

  • Hukum Kriminal1 minggu ago

    Innalillahi, Juru Parkir Tewas Gantung Diri di TPU Akasia Ciledug

  • Lebak1 bulan ago

    Andika Tanam 25 Ribu Bibit di Hari Menanam Pohon Nasional

  • Kota Tangerang3 bulan ago

    1.187 Janda Baru di Kota Tangerang, Karena Hal Ini Mereka Bercerai

  • Politik4 bulan ago

    Panwaslu Kota Tangerang Rekrut Panwascam, Catat Tanggalnya!

Sumber: Google News | Warta 24 Buru Selatan

Tidak ada komentar