PDIP Tunda Umumkan Cagub Jabar dan Jateng - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

PDIP Tunda Umumkan Cagub Jabar dan Jateng

PDIP Tunda Umumkan Cagub Jabar dan Jateng

REPUBLIKA.CO.ID, Djarot ditunjuk sebagai cagub Sumatra Utara.
JAKARTA â€" PDI Perjuangan (PDIP), Kamis (4/1), mengumumkan empat calon gubernur dan wakil gubernur di empat provinsi. Na…

PDIP Tunda Umumkan Cagub Jabar dan Jateng

REPUBLIKA.CO.ID, Djarot ditunjuk sebagai cagub Sumatra Utara.
JAKARTA â€" PDI Perjuangan (PDIP), Kamis (4/1), mengumumkan empat calon gubernur dan wakil gubernur di empat provinsi. Namun, pengumuman Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng) masih ditunda.
Pengumuman disampaikan langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDIP, Jakarta. Adapun empat calon calon gubernur dan wakilnya itu di Provinsi Papua, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung.
Untuk Pilkada Papua, Megawati menunjuk John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae. Untuk Provinsi Lampung PDIP mengusung wali kota Bandar Lampung Hermanâ€"Sutono.
Sementara untuk Provinsi Nusa Tengara Barat, PDIP memasangkan Wali Kota Mataram, Tuan Guru Haji Ahyar Abduh dan Mori Hanafi. Terakhir, di Provinsi Maluku Utara PDIP menunjuk KH Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali.
PDIP kali ini mengambil tema khusus dalam mengumumka n cagub dan cawagub di empat provinsi kali ini, yaitu bertema Politik Pendidikan. Menurut putri presiden pertama RI tersebut, pendidikan menjadi sangat penting.
Oleh karena itu, beberapa calon yang diusung pada hari ini pernah berkontribusi langsung dalam pendidikan, seperti Habel Melkias Suwae yang pernah menjadi guru SD.
"Mudah-mudahan beliau menjadi pemimpin di Papua sehingga semua pembangunan di bidang pendidikan itu terealisasi," ujar Mega.
Beberapa tarian dengan nuansa kedaerahan ditampilkan dalam acara tersebut. Di akhir acara, seluruh peserta menyanyikan lagu Hymne Guru untuk menghormati jasa guru.
Sementara, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah jika dikatakan partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut membatalkan pengumuman calon gubernur Jawa Tengah dan Jawa Barat pada Kamis (4/1).

Apalagi, jika dikatakan alasannya karena tidak adanya kesepakatan. Menurutnya, seluruh perhatian masyarakat kini hanya terpu sat pada dua provinsi tersebut.
"Padahal, kita berbicara tentang Indonesia Raya maka hari ini kami umumkan keempat paslon tersebut," kata Hasto.
Kamis (4/1) siang tadi, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan langsung empat pasangan calon di empat provinsi, antara lain Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara ditambah satu nama bakal calon gubernur Sumatra Utara.
Hasto kembali menegaskan bahwa tidak ada penundaan terkait pengumuman cagub dan cawagub Jawa Tengah dan Jawa Barat, apalagi kabar tentang tidak adanya kesepakatan. Ia menjelaskan, semua pasangan calon akan diumumkan pada 7 Januari 2018 sebagai puncak pengumuman dari PDIP dalam pilkada serentak 2018.
Djarot Saiful Hidayat
Meski belum secara resmi dideklarasikan, pada kesempatan itu Megawati juga mengumumkan siapa sosok yang ditunjuk menjadi calon gubernur Sumut. Menurut Megawati, dirinya bersama sekjen dan beberapa pengurus DPP PDI Perjuangan telah bebera pa kali ke Sumatra guna mencari figur calon gubernur Sumatra Utara, tapi belum merasa ada yang cocok.
Dalam sebuah dialog dengan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Megawati mengatakan, mengapa tidak orang dekat saja untuk ditunjuk sebagai calon gubernur Sumatra Utara. Hasto bertanya, siapa orang dekat tersebut? Megawati menyebut, "Djarot Saiful Hidayat".
Hasto pun menyatakan setuju dan kemudian, diputuskan untuk ditunjuk sebagai bakal calon gubernur Sumut.
Menurut Megawati, meskipun PDI Perjuangan sudah memutuskan, Djarot sebagai bakal calon gubernur Sumut, pada Kamis (4/1) ini baru pemberitahuan saja. "Nanti akan diumumkan secara resmi, pada 7 Januari mendatang," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Djarot menyebut bahwa Sumatra Utara merupakan wilayah yang sangat strategis, khususnya dalam menghadapi AFTA (Perdagangan Bebas ASEA) ke depan. Meskipun begitu, Djarot mengakui masih banyak infrastruktur yang belum dibangun dengan baik di beberapa kota di Sumut.
Djarot mengatakan, siapa pun yang terpilih sebagai gubernur Sumut nantinya, wajib mempersiapkan Sumut dalam menghadapi AFTA. Ia menilai semua potensi sumber daya alam di Sumut luar biasa.

Sumber: Google News | Warta 24 Maluku Tenggara Barat

Tidak ada komentar