www.AlvinAdam.com

WARTA 24 MALUKU

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

KPK Buru Semua yang Terlibat Drama Kecelakaan Setya Novanto

Posted by On 14.01

KPK Buru Semua yang Terlibat Drama Kecelakaan Setya Novanto

KPK Buru Semua yang Terlibat Drama Kecelakaan Setya Novanto Reporter:

Maya Ayu Puspitasari

Editor:

Rina Widiastuti

Jumat, 12 Januari 2018 08:50 WIB
KPK Buru Semua yang Terlibat Drama Kecelakaan Setya Novanto

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi menunjukkan surat dari dokter yang ditempel di pintu ruangan Setya di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat. 17 November 2017. Tempo/Caesar Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pembera ntasan Korupsi memburu semua “aktor” yang diduga terlibat dalam drama pelarian Setya Novanto. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, memastikan penyidik akan menelusuri dugaan tindak pidana obstruction of justice atau merintangi penyidikan dalam kasus Setya sejak sebelum terjadinya kecelakaan.

“Kami harus pastikan bagaimana peristiwanya, bagaimana proses SN kemudian bisa dibawa ke rumah sakit,” katanya di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Baca: Fredrich Yunadi dan Bimanesh Diduga Berkomplot Lindungi Novanto

Febri mengatakan penyidik akan menelusuri semua yang terlibat dalam rekayasa ini, termasuk para pegawai rumah sakit. “Kami sudah mengumpulkan bukti yang cukup bahwa memang ada dugaan kerja sama untuk menghalang-halangi penanganan perkara ini (e-KTP),” ujarnya.

Skenario pelarian Setya diduga telah disiapkan sejak penyidik berupaya menjemput paksa mantan Ketua DPR itu pada 15 November tahun lalu. Se tya, yang dikabarkan telah pulang dari kantornya di DPR, tak ditemukan penyidik KPK di rumahnya. Kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi, mengaku tak tahu di mana keberadaan kliennya hingga KPK menetapkan Setya sebagai buron.

Keesokan harinya, tersangka korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu muncul dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi. Dalam wawancara yang dilakukan melalui telepon itu, Setya menyatakan bakal menyerahkan diri.

Baca: KPK: Kamar RS Setya Novanto Dipesan Sebelum Tabrak Tiang Listrik

Belakangan, mantan Ketua Umum Golkar itu dikabarkan mengalami kecelakaan. Mobil Toyota Fortuner hitam yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tak jauh dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Setya, yang duduk di kursi belakang, dikabarkan terluka sehingga dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau tak jauh dari lokasi kecelakaan. Sopir mobil, kontributor Metro TV yang belakangan diberhen tikan, Hilman Mattauch; dan ajudan Setya, Reza Pahlevi, di kursi depan; tak mengalami cedera. Malam itu Fredrich mengabarkan kliennya terluka parah.

Rabu, 10 Januari 2018, KPK menetapkan Fredrich dan Dokter Bimanesh Sutarjo, yang merawat Setya, sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan. Penyidik mensinyalir Fredrich telah memesan kamar perawatan very important person (VIP) sebelum kecelakaan terjadi. Adapun Bimanesh dituding memanipulasi data kesehatan Setya.

Hingga, Kamis, 11 Januari 2018, sudah ada 26 saksi yang diperiksa dalam penyidikan kasus Fredrich dan Bimanesh. Para saksi berasal dari unsur pegawai rumah sakit, perawat, manajemen dan direktur rumah sakit, serta anggota partai politik. Seorang dokter Rumah Sakit Medika, Michael Cia Cahaya, diperiksa sebagai saksi untuk Fredrich. Namun ia sama sekali tak berkomentar.

Pejabat Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Medika, Romi Sukardi, mengatakan manajemen rumah sakit sama sekali tak mengetahui ad anya kongkalikong yang dilakukan Bimanesh dan kuasa hukum Setya. “Saya tidak mengetahui adanya alasan itu,” ujarnya. Ia juga mengatakan tidak mengetahui soal pemesanan kamar yang dilakukan sebelum kecelakaan.

Fredrich sedianya bakal diperiksa penyidik KPK, Jumat, 12 Januari 2018. Namun kuasa hukumnya, Sapriyanto Refa, mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan.

“Kami minta ditunda dulu sampai adanya putusan sidang etik terhadap Pak Fredrich,” kata Sapriyanto, Kamis, 11 Januari 2018. Ia mengklaim bakal mengajukan pelaksanaan sidang kode etik atas Fredrich, bekas pengacara Setya Novanto itu kepada Dewan Kehormatan Daerah Perhimpunan Advokat Indonesia.

LANI DIANA

Terkait
  • Tersangka Bimanesh Sutarjo Penuhi Pemanggilan KPK

    Tersangka Bimanesh Sutarjo Penuhi Pemanggilan KPK

    18 jam lalu
  • IDI: Bimanesh Sudah Diperiksa Sebelum Jadi Tersangka KPK

    IDI: Bimanesh Sudah Diperiksa Sebelum Jadi Tersangka KPK

    19 jam lalu
  • Dijadwalkan Diperiksa KPK Hari Ini, Inilah Dokter Bimanesh

    Dijadwalkan Diperiksa KPK Hari Ini, Inilah Dokter Bimanesh

    20 jam lalu
  • Pertimbangan KPK Jika Setya Novanto Mau Jadi Justice Collaborator

    Pertimbangan KPK Jika Setya Novanto Mau Jadi Justice Collaborator

    22 jam lalu
  • Rekomendasi
  • Pendaftaran SNMPTN 2018 Dibuka, Berikut Jadwalnya

    Pendaftaran SNMPTN 2018 Dibuka, Berikut Jadwalnya

    8 jam lalu
  • Komentar JK Soal Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR

    Komentar JK Soal Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR

    11 jam lalu
  • Alasan Fredrich Yunadi Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

    Alasan Fredrich Yunadi Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

    15 jam lalu
  • Sekjen Partai Demokrat: Pilpres 2019 Bagai Lari Maraton ala Kenya

    Sekjen Partai Demokrat: Pilpres 2019 Bagai Lari Maraton ala Kenya

    15 jam lalu
  • Foto
  • Foto Hari Ini, dari HUT Pasar Gede hingga Tamsil Linrung

    Foto Hari Ini, dari HUT Pasar Gede hingga Tamsil Linrung

    6 jam lalu
  • Anies Baswedan Lantik Pengurus Tim Penggerak PKK DKI

    Anies Baswedan Lantik Pengurus Tim Penggerak PKK DKI

    14 jam lalu
  • Penyidik KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi

    Penyidik KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi

    1 hari lalu
  • Aktivis Tuntut Jokowi Usut Tuntas Kasus Novel Baswedan

    Aktivis Tuntut Jokowi Usut Tuntas Kasus Novel Baswedan

    1 hari lalu
  • Video
  • Mahasiswa Tuntut PN Serang Hukum Berat Pelaku Pembunuh Siswi SMA

    Mahasiswa Tuntut PN Serang Hukum Berat Pelaku Pembunuh Siswi SMA

    12 jam lalu
  • Diiringi Marching Band, Adik Tiri Ratu Atut Daftar Jadi Wali Kota

    Diiringi Marching Band, Adik Tiri Ratu Atut Daftar Jadi Wali Kota

    1 hari lalu
  • Pilgub Jabar, SBY Hadiri Deklarasi Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi

    Pilgub Jabar, SBY Hadiri Deklarasi Deddy Mizwar-De di Mulyadi

    2 hari lalu
  • Kemenlu Buka 2018 dengan Kegiatan Besar, Ini di Antaranya

    Kemenlu Buka 2018 dengan Kegiatan Besar, Ini di Antaranya

    2 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Sandiaga Berharap Pilkada 2018 Mencontoh DKI

  • 2

    Sandiaga Sebut La Nyalla Salah Tafsir Maksud Prabowo

  • 3

    Beda Todung Mulya Lubis dan Maqdir Ismail Soal Fredrich Yunadi

  • 4

    Soal La Nyalla, Gerindra Jelaskan soal Dana Saksi Rp 40 Miliar

  • 5

    Divonis Mati, Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Menangis

  • Fokus
  • Bekas Timses Masuk TGUPP, Anies Baswedan Dikritik Anggota DPRD

    Bekas Timses Masuk TGUPP, Anies Baswedan Dikritik Anggota DPRD

  • Kekosongan Hukum Ancam Perlindungan Buruh Migran, Ini Alasannya

    Kekosongan Hukum Ancam Perlindungan Buruh Migran, Ini Alasannya

  • Akankah MK Kabulkan Uji Materi Pasal Presidential Threshold?

    Akankah MK Kabulkan Uji Materi Pasal Presidential Threshold?

  • Dinasti Politik di Pilkada 2018, Bawaslu Perketat Pengawasan

    Dinasti Politik di Pilkada 2018, Bawaslu Perketat Pengawasan

  • Terkini
  • KPK Menahan Dokter Bimanesh Sutarjo Terkait Kasus Setya Novanto

    KPK Menahan Dokter Bimanesh Sutarjo Terkait Kasus Setya Novanto

    5 jam lalu
  • CIIA: Bahrun Naim Tewas di Suriah, Juga Anaknya yang Kurang Gizi

    CIIA: Bahrun Naim Tewas di Suriah, Juga Anaknya yang Kurang Gizi

    5 jam lalu
  • Beli 11 Pesawat Sukhoi, Menhan Habiskan 1.140 Juta Dollar

    Beli 11 Pesawat Sukhoi, Menhan Habiskan 1.140 Juta Dollar

    7 jam lalu
  • Sempat Dibantarkan, Edward Soeryadjaya Sudah Kembali ke Tahanan

    Sempat Dibantarkan, Edward Soeryadjaya Sudah Kembali ke Tahanan

    8 jam lalu
  • Kepala BIN Budi Gunawan Jadi Pengurus Dewan Masjid Indonesia

    Kepala BIN Budi Gunawan Jadi Pengurus Dewan Masjid Indonesia

    8 jam lalu
  • Polri Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah Agar Tidak Gaduh

    Polri Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah Agar Tidak Gaduh

    8 jam lalu
  • NasDem Antisipasi Presidential Threshold dengan Mendukung Jokowi

    NasDem Antisipasi Presidential Threshold dengan Mendukung Jokowi

    9 jam lalu
  • Divonis Mati, Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Menangis

    Divonis Mati, Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Menangis

    9 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Perolehan Medali Indonesia di Asian Games 1951 - 2014

    Data perolehan medali emas, perak, dan perunggu Indonesia di Asian Games 1951 - 2014 menunjukkan kontingen Merah-Putih menang banyak di kandang.

    Sumber: Google News | Warta 24 Buru Sel atan

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »