www.AlvinAdam.com

WARTA 24 MALUKU

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

"Indonesia Berada di Bawah Bayang-bayang Penyiksaan..."

Posted by On 16.22

"Indonesia Berada di Bawah Bayang-bayang Penyiksaan..."

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penyiksaan di Indonesia masih marak terjadi saat ini. Namun, tidak semuanya terungkap. Korban diam, pelaku pun semakin leluasa. Maka pantas jika menyebut Indonesia berada di bawah bayang-bayang praktik penyiksaan.

Data yang dihimpun Elsam sepanjang Januari hingga September 2017, terdapat 27 peristiwa penyiksaan di Indonesia. Korbannya berjumlah 43 orang.

"Dari 43 korban dan 27 peristiwa penyiksaan, 13 korban meninggal dunia. Sisanya luka-luka hingga trauma psikologis," ujar Deputi Riset ELSAM Wahyudi Djafar dalam konferensi pers di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2018).

Sulawesi Selatan merupakan provinsi paling banyak terjadi peristiwa penyiksaan, yakni lima kasus. Selanjutnya, DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Timur masing-masing empat kasus.

Adapun Papua, Riau dan Sumatera Utara masing-masing dua kasus. Se dangkan Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sulawesi Tengah, Banten, Maluku, Sulawesi Barat, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Bali masing-masing satu kasus.

(Baca juga: Kontras: Dalam Tujuh Tahun, Kasus Penyiksaan oleh Aparat Meningkat)

Ironisnya, profesi yang paling banyak melakukan penyiksaan, menurut Elsam, adalah oknum polisi. Kemudian, oknum TNI dan oknum sipir penjara, termasuk kepala sipir sendiri.

" Penyiksaan dilakukan dengan media kejut listrik, balsem, gagang pistol, potongan selang, gelondongan kayu, pipa, mistar, lelehan plastik dan tali," ujar Wahyudi.

Fenomena gunung es

Wahyudi menambahkan, peristiwa ini merupakan fenomena gunung es. Sebab, diduga masih banyak lagi tindakan penyiksaan yang tidak terpublikasi media massa.

Korban menjadi semakin sulit mendapatkan keadilan, pelaku pun tidak mendapatkan hukuman yang setimpal. Fenomena tersebut dinilai Wahyudi menyiratkan nega ra yang tidak mampu melindungi seluruh warganya.

"Indonesia masih tetap berada di bawah bayang-bayang praktik penyiksaan. Karena faktor-faktor definisi penyiksaan dalam KUHP belum dijelaskan memadai, ancaman pidana yang masih ringan dan terdapat ketentuan daluarsa dalam tindak pidana penyiksaan," ujar Wahyudi.

Pemerintah sampai saat ini juga masih belum meratifikasi Optional Protokol Konvensi Menentang Penyiksaan. Padahal protokol tersebut mengatur tentang aturan teknis tentang pencegahan penyiksaan di tempat-tempat penahanan.

(Baca juga: LBH: 37 Laporan Kasus Penyiksaan oleh Polisi Tak Pernah Diproses Hukum)

Berita Terkait

Kontras: Dalam Tujuh Tahun, Kasus Penyiksaan oleh Aparat Meningkat

Kontras Nilai Penyiksaan Masih Dianggap Wajar oleh Aparat Hukum

Kontras: Setahun Ada 115 Kasus Penyiksaan oleh Polisi

Kepolisian dan Bayang-bayang Penyiksaan

LBH: 37 Laporan Kasus Penyiksaan oleh Polisi Tak Pernah Diproses Hukum

Terkini Lainnya

Soal Lahan Pondok Kelapa, dari Proyek Rusunami, Apartemen, hing   ga Jadi Mangrak

Soal Lahan Pondok Kelapa, dari Proyek Rusunami, Apartemen, hingga Jadi Mangrak

Megapolitan 26/01/2018, 07:16 WIB Di NTB, Kemungkinan Dana Kampanye dari Bandar Narkoba Jadi Sorotan

Di NTB, Kemungkinan Dana Kampanye dari Bandar Narkoba Jadi Sorotan

Regional 26/01/2018, 07:08 WIB BMKG: Hujan Akan Guyur Sebagian Wilayah Jabodetabek dari Pagi hingga Malam

BMKG: Hujan Akan Guyur Sebagian Wilayah Jabodetabek dari Pagi hingga Malam

Megapolitan 26/01/2018, 06:53 WIB Seorang Bocah Perempuan Tewas Terseret Arus Saat Berenang di Sungai

Seorang Bocah Perempuan Tewas Terseret Arus Saat Berenang di Sungai

Regional 26/01/2018, 06:50 WIB Tiga Tersangka Kasus Suap APBD Jambi Akan Segera Disidang

Tiga Tersangka Kasus Suap APBD Jambi Akan Segera Disidang

Nasional 26/01/2018, 06:15 WIB Prosesi Pernikahan Gubernur Kalteng dengan Gadis 25 Tahun Asal Jateng

Prosesi Pernikahan Gubernur Kalteng dengan Gadis 25 Tahun Asal Jateng

Regional 26/01/2018, 06:15 WIB Senyum PKL dan K   ekecewaann Sopir di Angkot Tanah Abang

Senyum PKL dan Kekecewaann Sopir di Angkot Tanah Abang

Megapolitan 26/01/2018, 06:00 WIB Diduga Terlibat Edarkan Sabu, Seorang Polisi Ditangkap Saat Apel Pagi

Diduga Terlibat Edarkan Sabu, Seorang Polisi Ditangkap Saat Apel Pagi

Regional 26/01/2018, 05:57 WIB Jadwal Siaran Langsung Perempat Final Indonesia Masters di Kompas TV

Jadwal Siaran Langsung Perempat Final Indonesia Masters di Kompas TV

Olahraga 26/01/2018, 05:55 WIB Pemimpin Lembaga Amal Dunia Desak AS Pulihkan Bantua   n untuk Palestina

Pemimpin Lembaga Amal Dunia Desak AS Pulihkan Bantuan untuk Palestina

Internasional 26/01/2018, 05:49 WIB Kasus Uang Dinas Fiktif, Acara Tak Sampai 2 Jam tetapi Dihitung 3 Hari

Kasus Uang Dinas Fiktif, Acara Tak Sampai 2 Jam tetapi Dihitung 3 Hari

Regional 26/01/2018, 05:44 WIB Novanto Terus Berkelit, KPK Sulit Kabulkan Permohonan 'Justice Collaborator'

Novanto Terus Berkelit, KPK Sulit Kabulkan Permohonan "Justice Collaborator"

Nasional 26/01/2018, 05:25 WIB Hakim Bingung, Dirje   n Dukcapil Lebih Loyal ke Akom daripada Mendagri

Hakim Bingung, Dirjen Dukcapil Lebih Loyal ke Akom daripada Mendagri

Nasional 26/01/2018, 05:05 WIB Relawan Kumpulkan 12.000 Ton Sampah Plastik dari Pantai India

Relawan Kumpulkan 12.000 Ton Sampah Plastik dari Pantai India

Internasional 26/01/2018, 05:04 WIB Polri Akan Kejar Pelaku dan Perusahaan Pembunuh Orangutan di Kalteng

Polri Akan Kejar Pelaku dan Perusahaan Pembunuh Orangutan di Kalteng

Nasional 25/01/2018, 23:58 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Maluku Tenggara Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »