Bukan Soal Pilkada Jatim tapi Topik Inilah yang Sering Dibahas ... - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bukan Soal Pilkada Jatim tapi Topik Inilah yang Sering Dibahas ...

Bukan Soal Pilkada Jatim tapi Topik Inilah yang Sering Dibahas ...

Pilkada Serentak Bukan Soal Pilkada Jatim tapi Topik Inilah yang Sering Dibahas Risma dan Megawati "Bu Risma itu rajin mengambil tanaman-tanaman …

Bukan Soal Pilkada Jatim tapi Topik Inilah yang Sering Dibahas ...

Pilkada Serentak

Bukan Soal Pilkada Jatim tapi Topik Inilah yang Sering Dibahas Risma dan Megawati

"Bu Risma itu rajin mengambil tanaman-tanaman dari tempat ibu Mega," ujar Hasto, saat ditemui di depan kediaman Megawati.

Bukan Soal Pilkada Jatim tapi Topik Inilah yang Sering Dibahas Risma dan MegawatiTRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWANKetua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat mengumumkan bakal calon gubernur dan wakil gubernur empat daerah di DPP PDIP, Jakarta, Minggu (17/12/2017). PDIP resmi mengusung empat pasang bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk Provinsi Riau, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Pilkada 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan selama ini perbincangan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hanya terkait 'tanaman'.

Ia menjelaskan bahwa Risma gemar mengambil beragam jenis tanaman dari tempat Megawati, untuk di bawa guna mempercantik wajah kota yang dipimpinnya.

Baca: Uskup Agung Jakarta: Tahun Politik Jangan Ngomong Soal Rebutan Kekuasaan

"Bu Risma itu rajin mengambil tanaman-tanaman dari tempat ibu Mega," ujar Hasto, saat ditemui di depan kediaman Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2018).

Megawati, kata Hasto, memang diketahui sebagai pimpinan di Yayasan Kebun Raya Indonesia, aehingga wajar saja jika Risma meminta tanaman pada putri dari Presid en ke-1 RI Soekarno itu.

"(Bu Mega menjabat) sebagai Pembina Yayasan Kebun Raya Indonesia," jelas Hasto.

Hasto menyebut, Risma telah membawa dua truk tanaman, tentunya atas izin dari Megawati.

"Sudah dua truk (tanaman yang dibawa), kata ibu Mega tadi," kata Hasto.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pembahasan pada tiap pertemuan antara dua wanita yang memiliki sikap tegas itu, didominasi perbincangan mengenai penataan kota Surabaya.

"Sehingga ketika bu Mega ketemu bu Risma itu lebih banyak berbicara tentang kota Surabaya," tegas Hasto.

Sehingga tentunya PDIP sangat menghormati keputusan Risma untuk tetap menyelesaikan sisa masa jabatannya sebagai pemimpin di Kota Pahlawan itu.

"Dan pilihan ibu Risma untuk (tetap memimpin) di kota Surabaya itu dihormati oleh PDI Perjuangan," pungkas Hasto.

Sebelumnya, Risma digadang-gadang akan menggantikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam pen calonan Bakal Cawagub untuk mendampingi Bakal Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Pilkada Jawa Timur mendatang.

Namun nyatanya Risma menolak, ia lebih memilih untuk tetap membangun kota Surabaya.

Penulis: Fitri Wulandari Editor: Malvyandie Haryadi Ikuti kami di Detik-detik Penangkapan Brigadir Jumadi, Oknum Polisi yang Bawa Kabur Uang Rp 10 Miliar Sumber: Google News | Warta 24 Maluku Tenggara

Tidak ada komentar