BPS: Kemiskinan Terpusat di Maluku dan Papua - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

BPS: Kemiskinan Terpusat di Maluku dan Papua

BPS: Kemiskinan Terpusat di Maluku dan Papua

Foto: Willem Wandik/netJakarta-SuaraNusantaraBadan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta orang atau 10,12% pada September 2017. Sampai b…

BPS: Kemiskinan Terpusat di Maluku dan Papua

Foto: Willem Wandik/net

Jakarta-SuaraNusantara

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta orang atau 10,12% pada September 2017. Sampai bulan tersebut, tingkat kemiskinan masih terpusat di Indonesia bagian Timur, yakni Papua dan Maluku dengan persentase 21,23%.

“Penyebaran kemiskinan menurut pulau tidak banyak berubah, kemiskinan masih terpusat di Indonesia Timur, di mana Maluku dan Papua 21,23% dan terendah di Kalimantan 6,18%,” kata Kepala BPS Suhariyanto, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018).

Sedangkan persentase penduduk miskin di Sumatera sebesar 10,44%, Jawa sebesar 9,38%, Sulawesi sebesar 10,93%, dan Bali dan Nusa Tenggara sebesar 14,17%.

Namun jika dilihat dari banyaknya jumlah penduduk, Jawa menduduki peringkat pertama dengan jumlah 13,94 juta orang miskin. Terendah di Kalimantan dengan jumlah hanya 980.000 orang.

“Kalau jumlah penduduk miskin yang terbesar ada di Jawa karena penduduknya banyak yaitu sebesar 13,94 juta. Sumatera 5,97 juta orang, Sulawesi 10,93 juta orang, Bali dan Nusa Tenggara 2,06 juta orang, Maluku-Papua 1,52 juta orang. Sementara yang terendah di Kalimantan yaitu 0,98 juta orang,” ujar Suhariyanto.

Untuk membebaskan wilayah Indonedia timur dari kemiskinan, pemerintah pusat telah menganggarkan di tahun 2017 kemarin sebesar Rp 81,7 triliun. Perinciannya untuk Papua dan Papua barat Rp 59,5 triliun, dan untuk Maluku dan Maluku Utara Rp 22,2 triliun.

“Anggaran tersebut lebih besar dibandingkan pembangunan untuk Sulawesi dan Kalimantan,” tutur Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teg uh Widodo di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018).

Masalahnya, sambung Suhariyanto, penggunaan efektivitas dan kapasitas SDM di Indonesia timur belum sebaik yang ada di kawasan Sumatera dan Jawa.

“Sebetulnya alokasi anggarannya itu jauh lebih besar, tapi penggunaan efektivitas dan kapasitas SDM dan lain lain itu mungkin perlu ditingkatkan,” ujar dia.

Penulis: Rio

Baca Juga:

Pemerintah Sudah Deteksi Keberadaan Ormas Anti Pan... Jonru Ginting Jadi Tersangka dan Langsung Ditahan Pengelola Kapal Zahro Express Terindikasi Langga r ... Kapolres Nisel Jamin Keamanan Pilkada Sumber: Google News | Warta 24 Maluku Tenggara Barat

Tidak ada komentar