Warga Bali diimbau hindari arus sungai - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Warga Bali diimbau hindari arus sungai

Warga Bali diimbau hindari arus sungai

(function() { var cx = '005214336926050136894:maikcymuhbi'; var gcse = document.createElem…

Warga Bali diimbau hindari arus sungai

(function() { var cx = '005214336926050136894:maikcymuhbi'; var gcse = document.createElement('script'); gcse.type = 'text/javascript'; gcse.async = true; gcse.src = 'https://cse.google.com/cse.js?cx=' + cx; var s = document.getElementsByTagName('script')[0]; s.parentNode.insertBefore(gcse, s); })();
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Warga Bali diimbau hindari arus sungai
  • Senin, 27 November 2017 â€" 20:08
  • 684x views
Warga Bali diimbau hindari arus sungai Sumber: CNN Indonesia/Merdeka.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bali, Jubi - Penduduk Bali diimbau menghindari aliran arus sungai yang berhulu di Gunung Agung karena sewaktu-waktu bisa terdampak banjir lahar dingin dari gunung yang pernah meletus dahsyat di tahun 1963 itu.

"Banjir lahar dingin juga akan meningkat karena hujan di sekitar Gunung Agung akan meningkat, apalagi Bali sudah masuk musim hujan. Waspadai banjir lahar hujan atau banjir lahar dingin," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin, (27/11/2017).

Sutopo menjelaskan, fenomena alam munculnya banjir lahar dingin diakibatkan letusan atau erupsi gunung berapi yang pasti menyemburkan berbagai material seperti abu, kerikil, pasir, sampai bongkahan batuan yang mengendap di sekitar kawah dan lereng gunung.

Apabila turun hujan, air akan bercampur dengan material dari letusan itu dan bergerak mengalir menuruni lereng ke arah hilir sungai dengan membawa segala material letusan.

"Karena ada hujan lebat maka (material letusan) akan terbawa oleh aliran yang terjadi lahar dingin, dan potensinya akan meningkat dan berbahaya," ujarnya.

Guna menjaga keselamatan, Sutopo mengingatkan masyarakat di sekitar aliran sungai yang memiliki hulu di Gunung Agung untuk waspada dan menyingkir dari area sungai, terutama ketika sedang hujan di hulu sung ai.

Ia juga mengimbau masyarakat di radius 8-10 kilometer dari puncak gunung harus menjauhi zona perkiraan bahaya dengan sukarela dan tertib.

Sebelumnya diketahui material erupsi Gunung Agung yang terbawa air hujan mulai membanjiri lahan persawahan yang dekat dengan Sungai Yeh Sah, Desa Batusesa, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

Dari pengamatan PVMBG, fenomena lahar ini berasal dari lereng selatan Gunung Agung atau bagian hulu Desa Sebudi. Dari pengamatan pihaknya sudah mengecek lahar dingin ini, karena ada tercium bau belerang dan jatuhan abu yang terjadi dua hari ini terakhir.

Kenaikan status Gunung Agung menjadi 'awas' membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) perlu melakukan evakuasi terhadap 90.000-100.000 warga yang bermukim di zona bahaya letusan Gunung Agung.

Di zona bahaya letusan Gunung Agung itu terdapat 22 desa yang warganya diharuskan untuk mengungsi. Ke-22 desa tersebut diantaranya Desa Ababi, P idpid, Nawakerti, Datah, Bebandem, Jungutan, Buana Giri, Tulamben, Dukuh, Kubu, Baturinggit, Ban, Sukadana, Menanga, Besakih, Pempatan, Selat, Peringsari, Muncan, Duda Utara, Amertha Bhuana, dan Sebudi.

Melihat kondisi letusan Gunung Agung yang semakin parah, pihaknya akan melakukan penyisiran dan membujuk terus menerus penduduk agar mau mengungsi.

Meskipun demikian, BNPB mencatat sudah ada lebih dari 40.000 masyarakat telah mengungsi di beberapa tempat. Sutopo mengatakan sejak Minggu (25/11) kemarin, sudah ada masyarakat yang telah memulai melakukan evakuasi secara sukarela.

Pada Sabtu (25/11) sampai Minggu (26/11) kemarin bandara Ngurah Rai mengalami pembatalan penerbangan dengan total 9.195 penumpang sejak erupsi gunung meletus terjadi.

Sejak meletus 25 sampai 26 sudah ada 9.195 penumpang yang mengalami pembatalan, baik keberangkatan maupun kedatangan. Yaitu tanggal 25 November, 2087 penumpang kemudian tanggal 26 kemarin 7108 penumpang.

Namun demikian, Bandara Lombok dilaporkan masih beroperasi dengan normal. Tapi tak menutup kemungkinan, Bandara tersebut akan ditutup karena penyebaran abu vulkanik yang bisa merembet dari Barat laut menuju Timur Tenggara. Apalagi saat ini Bali telah memasuki musim hujan. Ditambah erupsi yang akan semakin meningkat maka abu vulkanik lebih dominan mengarah ke arah Timur dan Tenggara.

Saat ini, penggunaan jalur laut dan darat di radius erupsi gunung agung dinilai lebih aman dibandingkan jalur udara.(*)

Warga beristirahat di lokasi pengungsian di GOR Suweca, Klungkung, Bali, Selasa (26/9). Liputan6.com/Jubi

'); }} catch (e) {}} var environmentVars = { slot: document.getElementById(lkqdSettings.playerContainerId), videoSlot: document.getElementById(lkqdSettings.playerId), videoSlotCanAutoPlay: true, lkqdSettings: lkqdSettings }; function onVPAIDLoad() { lkqdVPAID.subscribe(function() { lkqdVPAID.startAd(); }, 'AdLo aded'); } var vpaidFrame = document.createElement('iframe'); vpaidFrame.id = lkqdSettings.lkqdId; vpaidFrame.name = lkqdSettings.lkqdId; vpaidFrame.style.display = 'none'; var vpaidFrameLoaded = function() { vpaidLoader = vpaidFrame.contentWindow.document.createElement('script'); vpaidLoader.src = 'https://ad.lkqd.net/vpaid/formats.js?pid=195&sid=496646'; vpaidLoader.onload = function() { lkqdVPAID = vpaidFrame.contentWindow.getVPAIDAd(); onVPAIDLoad(); lkqdVPAID.handshakeVersion('2.0'); lkqdVPAID.initAd(lkqdSettings.playerWidth, lkqdSettings.playerHeight, 'normal', 600, creativeData, environmentVars); }; vpaidFrame.contentWindow.document.body.appendChild(vpaidLoader); }; vpaidFrame.onload = vpaidFrameLoaded; vpaidFrame.onerror = vpaidFrameLoaded; document.documentElement.appendChild(vpaidFrame); })(); Reporter : Editor : Syam Terrajana
Tinggalkan Komentar : Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Awan gelap gunung Agung, warga mengungsi mandiri

Selanjutnya

Gunung Agung muntahkan pasir dan kerikil

Baca Juga
  • Cuitan Dubes Inggris di twitter, dinilai kondisi riil di Papua

    Polhukam â€" Selasa, 28 November 2017
  • Legislator Papua: Jika malu budaya OAP, biarkan kami urus diri sendiri

    Polhukam â€" Selasa, 28 November 2017
  • Demi sawit oknum Brimob diduga aniaya pemilik ulayat

    Domberai â€" Sabtu, 25 November 2017
  • Pertemuan ULMWP di Vanuatu bahas resolusi dan struktur baru

    Berita Papua â€" Rabu, 29 November 2017
  • Benny Wenda dan Octovianus Mote kembali pimpin ULMWP

    Nasional & Internasional â€" Jumat, 01 Desember 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Suara Papua Dibungkam
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:27
Diproduksi : wpu Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu A Story of the Morning Star Bracelet, Cerita Gelang Bintang Fajar
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:48
Diproduksi : wpu 50 Years of Freeport in Papua, 1967-2017
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:22
Diproduksi : wpu Depapre Port, the beginning of
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Pengganti Manasseh Sogavare tetap dukung West Papua

    Nasional & Internasional â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 22:05 WP
  • Penyelundupan ratusan vodka, Kapolres Jayawijaya : tak ada kaitanya dengan aviasi

    Lapago â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 22:04 WP
  • TPN-PB Paniai nyatakan siap rebut kembali kedaulatan

    Polhukam â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 13:26 WP
  • Kaum muda dominasi penggunaan Narkoba di Kabupaten Jayapura

    Penkes â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 09:41 WP
  • Seni membantu kita bicarakan topik yang sulit

    Pasifik â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 09:22 WP
  • PT Pos Waspadai peredaran materai palsu di Papua

    Ekonomi â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 09:22 WP
  • Menteri Kesehatan Vanuatu luncurkan Strategi Sektor Kesehatan

    Pasifik â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 09:07 WP
  • Pemerintah PNG katakan ekonominya mulai membaik

    Pasifik â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 0 9:00 WP
  • Sorong Samarai: Menari untuk pembebasan West Papua

    Nasional & Internasional â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 08:50 WP
  • Aktivis Mahasiswa Papua di Jawa diitangkap Polisi

    Jawa â€" Sabtu, 02 Desember 2017 | 07:54 WP
  • Hari Kemerdekaan West Papua 1 Desember, polisi tangkap 3 anggota KNPB Nabire

    Polhukam â€" Jumat, 01 Desember 2017 | 23:14 WP
  • PKH tahap 4 sebanyak Rp2,8 miliar untuk Kota Jayapura

    Ekon omi â€" Jumat, 01 Desember 2017 | 22:50 WP
  • Pemerintah Yahukimo belum tangani serius kerusakan jembatan Kali Pontoh

    Lapago â€" Jumat, 01 Desember 2017 | 22:40 WP
  • Panwas dari 51 Distrik di Yahukimo dilantik

    Lapago â€" Jumat, 01 Desember 2017 | 22:25 WP
  • STAK Nabire mewisuda 25 mahasiswa

    Nabire Membangun â€" Jumat, 01 Desember 2017 | 20:29 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupa n terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara PapuaSumber: Google News | Warta 24 Hulu Sungai Selatan

Tidak ada komentar