Turis Diungsikan dari Motel dan Hotel di Pangandaran - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Turis Diungsikan dari Motel dan Hotel di Pangandaran

Turis Diungsikan dari Motel dan Hotel di Pangandaran

SPORTOURISM - Puluhan turis asing dan lokal bergabung dengan ratusan pengungsi warga lainnya di pesisir Pantai Pangandaran, Banjar Jawa Barat. Para turis asing ini dievakuasi ol…

Turis Diungsikan dari Motel dan Hotel di Pangandaran

SPORTOURISM - Puluhan turis asing dan lokal bergabung dengan ratusan pengungsi warga lainnya di pesisir Pantai Pangandaran, Banjar Jawa Barat. Para turis asing ini dievakuasi oleh pegawai hotel dan motel.

Gempa yang terjadi 7.75 LS, 108.11 BT, di 11 km barat daya dari Tasikmalaya Jawa Barat pada kedalaman 107 km di Samudera Hindia menimbulkan kepanikan. Akibat gempa berskala 6.9 SR pada Jumat (15/12/2017) terjadi pukul 23:47 WIB ada potensi tsunami yang terjadi daerah sekitar pantai. Warga yang berada di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, pun mengungsi.

Michelle York, turis asing dari Jerman yang menginap di salah satu hotel di Pangandaran berlari keluar bersama kawan-kawannya setelah terjadi guncangan. ''Dalam pikiran saya, setelah gempa, pasti ada tsunami. Karena sekarang saya lagi di pantai,'' ujarnya.

Listrik sempat padam, namun sekitar pukul 02 .00 WIb, listrik sudah menyala kembali. ''Suasananya ramai namun seram. Banyak teriakan-teriakan. Pegawai hotel banyak membantu kami,'' katanya kepada Sportourism melalui telpon.

Dalam pandangan dia, banyak masyarakat yang justru menonton dan tidak beranjak dari sisi pantai. Apalagi air surut hanya sekitar 20 cm. ''Itu saya dapat kabar dari warga, beberapa warga kemudian memilih kembali. Saya pun sekarang sudah berada di lobby hotel,'' katanya.

Sampai pukul 02.30 dinihari ratusan warga Cijulang Pangandaran masih bertahan di sekitar alun-alun Cijulang, mereka belum berani masuk rumah. Warga belum berani masuk rumah, bahkan penduduk pantai Batukaraas ikut bergabung di alun-alun ini, ''Mereka memilih mengungsi. Suasana cukup mencekam karena listrik mati. Wisatawan sudah sejak tadi banyak yang meninggalkan kawasan Batukaraas,” ujar H Opang, penduduk Ciwaru Cijulang Pangandaran, seperti dikutip Tribunews. Warga me milih berkumpul di alun-alun Cijulang terlebih ada peringatan dini potensi tsunami. “Tapi sampai jam 01.00 ini tak ada tsunami, mudah-mudahan tidak ada. Katanya ada di Cipatujah tapi kecil,” katanya. Kepanikan juga dirasakan warga di Pangandaran. Wisatawan banyak yang hendak berlibur akhir pekan (week end) memilih meninggalkan kawasan pantai, pulang. “Tak hanya warga yang panik, wisatawan banyak yang memilih pulang. Apalagi tadi sempat terdengar sirine peringatan. Banyak warga yang memilih mengungsi,” ujar Karcim warga Dusun Parapat Pangandaran. Kondisi serupa juga dialami oleh Dadan Sagita yang bersama keluarganya memilih mengungsi ke Purbahayu. “Saya sama keluarga memilih mengungsi ke Purbahayu ini. Kan potensi tsunami. Banyak yang mengungsi ke sini,” ujar Dadan kepada Tribun via telepon. Sejumlah bangunan dilaporkan rusak akibat goncangan gempamenjelang tengah malam tersebut. Seperti di Ciamis, rumah ruhiyat di Imbanagara rontok bagian atapnya. Di Sadananya dan Banjar sari banyak rumah yang retak dan jebol dinding temboknya. “Kami masih mendata dan menunnggu laporan,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis, Ani Supiani. Di Ciamis pasien rumah sakit Al Arif sempat panic menyusul gempa yang mengunjang di tengah malam tersebut. “Saya kan dirawatnya di lantai 2. Pasien pada panic, turun ke lantai2 sampai membawa infusan,” ujar Ayu yang dirawat di ruang B-1 lantai 2 RS Al Arif Ciamis. Di kawasan Bolenglang, begitu terjadi guncangan gempa yang cukup kuat dan lama tersebut memilih berlarian ke luar rumah. “Gempanya kuat sekali, lampu PJU pun sampai mati,” ujar Nana.Sumber: Google News | Warta 24 Seram Bagian Barat

Tidak ada komentar