Susi Pudjiastuti Ungkap ABK RI yang Diduga Jadi Budak Kapal Asing - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Susi Pudjiastuti Ungkap ABK RI yang Diduga Jadi Budak Kapal Asing

Susi Pudjiastuti Ungkap ABK RI yang Diduga Jadi Budak Kapal Asing

Susi Pudjiastuti Ungkap ABK RI yang Diduga Jadi Budak Kapal Asing Reporter: Tempo.co Editor: …

Susi Pudjiastuti Ungkap ABK RI yang Diduga Jadi Budak Kapal Asing

Susi Pudjiastuti Ungkap ABK RI yang Diduga Jadi Budak Kapal Asing Reporter:

Tempo.co

Editor:

Dewi Rina Cahyani

Selasa, 5 Desember 2017 07:44 WIB
Susi Pudjiastuti Ungkap ABK RI yang Diduga Jadi Budak Kapal Asing

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) bersama Duta Besar Amerika Serikat Joseph R Donovan Jr (kanan), melambaikan tangan saat acara Tutup Sasi Komoditas Lobster, di laut Desa Lonthoir, Pulau Banda Besar, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Minggu (22/10). Sasi adalah ke arifan lokal di Kepulauan Maluku, yaitu berupa larangan untuk mengambil hasil sumber daya alam tertentu sebagai upaya menjaga mutu dan populasi sumber daya hayati, baik hewani maupun nabati. ANTARA FOTO/Embong Salampessy

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kementerian yang dipimpinnya telah menangkap kapal ikan asing (KIA) dengan nama lambung Fu Yuan Yu 831 di kawasan perairan Nusa Tenggara Timur pada Rabu pekan lalu. Kapal yang dinahkodai oleh seorang bernama Wong Zhi Yi tersebut memuat 21 anak buah kapal (ABK) dari berbagai negara. Enam di antaranya adalah ABK asal Indonesia.

Menurut Susi Pudjiastuti ada dugaan atas kejahatan kemanusiaan terhadap ke enam ABK asal Indonesia tersebut. "Ada dugaan ke arah sana (kejahatan kemanusiaan), tapi masih kami selidiki," ujar Susi Pudjiastuti di kediamannya di Jakarta, Senin, 4 November 2017.

Adapun ber dasarkan siaran tertulis yang didapat oleh Tempo, keenam ABK asal Indonesia tersebut diberangkatkan oleh PT Astrindo Artha Samudera yang berdomisili di Pekalongan, Jawa Tengah. Ke enam awak tersebut mengaku gaji mereka belum dibayar selama 8 bulan oleh pihak perusahaan dengan berbagai alasan. Mulai dari potongan uang pengurusan keberangkatan sebesar kurang lebih US$ 1400, tagihan uang jaminan, tagihan uang pinjaman, dan lain-lain.

Untuk menyambung hidup, ke enam ABK tersebut mengaku hanya dibayar rata-rata Rp 350.000 per bulan. Ditambah dengan bonus dari nahkoda yang jumlahnya variatif, sekitar Rp 300.000 - Rp 500.000 per bulan.

Di sisi lain, berdasarkan keterangan tertulis, ABK asing yang berada di Kapal Fu Yuan Yu 831 dibayar tiga kali lipat dari gaji ABK asal Indonesia. "ABK asing juga memperoleh fasilitas yang lebih baik berupa kamar yang dilengkapi kipas angin atau AC, sedangkan ABK Indonesia tidak," ujar keterangan tertulis tersebut.

Ki ni kapal Fu Yuan Yu 831 bersama para awaknya tengah menjalani proses penyelidikan di Pangkalan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Pelabuhan Kupang, NTT. Menurut Susi Pudjiastuti, apabila terbukti melakukan penangkapan ikan ilegal, kapal tersebut diancam oleh UU Perikanan Pasal 92 dan Pasal 93 ayat (2).

ERLANGGA DEWANTO | DEWI RINA

Terkait
  • Cuaca Ekstrem, Ini Nasehat Menteri Susi untuk Nelayan

    Cuaca Ekstrem, Ini Nasehat Menteri Susi untuk Nelayan

    2 jam lalu
  • Susi Pudjiastuti: Jangan Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar, Tapi ...

    Susi Pudjiastuti: Jangan Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar, Tapi ...

    1 hari lalu
  • Di Depan Pengusaha Ikan, Susi Pudjiastuti Singgung PDIP dan Golkar

    Di Depan Pengusaha Ikan, Susi Pudjiastuti Singgung PDIP dan Golkar

    1 hari lalu
  • Target Susi Pudjiastuti, Indonesia Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar di Dunia

    Target Susi Pudjiastuti, Indonesia Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar di Dunia

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Jalan Tol Soroja Uji Coba, Dua Minggu Ini Gratis

    Jalan Tol Soroja Uji Coba, Dua Minggu Ini Gratis 10 jam lalu

  • Buka Tol Soroja, Jokowi Berbahasa Sunda dan Sebut Pengabdi Setan

    Buka Tol Soroja, Jokowi Berbahasa Sunda dan Sebut Pengabdi Setan

    14 jam lalu
  • Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Soroja Siang Ini

    Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Soroja Siang Ini

    23 jam lalu
  • Di Depan Pengusaha Ikan, Susi Pudjiastuti Singgung PDIP dan Golkar

    Di Depan Pengusaha Ikan, Susi Pudjiastuti Singgung PDIP dan Golkar

    1 hari lalu
  • Foto
  • Gaya Menteri Pertanian Sidak Ketersediaan Beras di Pasar Cipinang

    Gaya Menteri Pertanian Sidak Ketersediaan Beras di Pasar Cipinang

    12 jam lalu
  • Berburu Perlengkapan Bayi dan Anak di IMBEX 2017

    Berburu Perlen gkapan Bayi dan Anak di IMBEX 2017

    2 hari lalu
  • Mengunjungi EV Hive, Coworking Space Terbesar di Asia Tenggara

    Mengunjungi EV Hive, Coworking Space Terbesar di Asia Tenggara

    5 hari lalu
  • Gaya Menteri Rini Soemarno Jajal Kereta Bandara Soekarno Hatta

    Gaya Menteri Rini Soemarno Jajal Kereta Bandara Soekarno Hatta

    6 hari lalu
  • Video
  • Remake City Hadir untuk Percepatan Start Up Berdampak Sosial

    Remake City Hadir untuk Percepatan Start Up Berdampak Sosial

    2 hari lalu
  • Wika Gedung Catat Saham Perdana di BEI

    Wika Gedung Catat Saham Perdana di BEI

    4 hari lalu
  • Jokowi Ibaratkan Kelapa Sawit Emas Hijaunya Indonesia

    Jokowi Ibaratkan Kelapa Sawit Emas Hijaunya Indonesia

    7 hari lalu
  • Bulog dan Pengusaha Jalin Kerja Sama Pastikan Pasokan Bahan Pokok

    Bulog dan Pengusaha Jalin Kerja Sama Pastikan Pasokan Bahan Pokok

    7 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Soroja Siang Ini

  • 2

    Jokowi Disebut Hobi Bangun Infrastruktur, Ini Kata Sri Mulyani

  • 3

    LPS Buka Lowongan Kerja, Pendaftaran Hingga 9 Desember 2017

  • 4

    Tempo Pilih Start-up Terbaik 2017, Ini Finalisnya

  • 5

    Rilis Reksadana, Perusahaan Yusuf Mansur Bidik Kelola Dana Rp 1 T

  • Fokus
  • Barang Bukti di Rupbasan Nyaris Jadi Rongsokan

    Barang Bukti di Rupbasan Nyaris Jadi Rongsokan

  • Data Janggal 61 Juta Penerima BPJS

    Data Janggal 61 Juta Penerima BPJS

  • Andi Narogong Sebut Rapat E-KTP Digelar di Rumah Setya Novanto

    Andi Narogong Sebut Rapat E-KTP Digelar di Rumah Setya Novanto

  • Jalan Berliku Menanti OK Otrip Besutan dari Anies-Sandi

    Jalan Berliku Menanti OK Otrip Besutan dari Anies-Sandi

  • Terkini
  • Tertarik Coba Bitcoin, Simak Dulu Pengalaman Investor Lokal Ini

    Tertarik Coba Bitcoin, Simak Dulu Pengalaman Investor Lokal Ini

    50 menit lalu
  • Investor Lokal Ini Beberkan Untung Besar dari Bitcoin

    Investor Lokal Ini Beberkan Untung Besar dari Bitcoin

    1 jam lalu
  • Sri Mulyani Manfaatkan GPN untuk Hemat Belanja Negara

    Sri Mulyani Manfaatkan GPN untuk Hemat Belanja Negara

    1 jam lalu
  • Generasi Milenial di Mata Sri Mulyani

    Generasi Milenial di Mata Sri Mulyani

    1 jam lalu
  • Menteri Perhubungan Awasi Garuda Indonesia Lebih Ketat

    Menteri Perhubungan Awasi Garuda Indonesia Lebih Ketat

    1 jam lalu
  • 4 Emiten In   i Bagikan Dividen di Atas Rp 1 Triliun, Siapa Mereka?

    4 Emiten Ini Bagikan Dividen di Atas Rp 1 Triliun, Siapa Mereka?

    2 jam lalu
  • Luncurkan GPN, BI Jamin Transaksi Pembayaran Akan Lebih Murah

    Luncurkan GPN, BI Jamin Transaksi Pembayaran Akan Lebih Murah

    2 jam lalu
  • Cuaca Ekstrem, Ini Nasehat Menteri Susi untuk Nelayan

    Cuaca Ekstrem, Ini Nasehat Menteri Susi untuk Nelayan

    2 jam lalu
  • Ekspor Ikan Hias Indonesia Kalah dari Singa   pura, Kenapa ?

    Ekspor Ikan Hias Indonesia Kalah dari Singapura, Kenapa ?

    8 jam lalu
  • BPS: Inflasi November 2017 Terendah Sejak 2004

    BPS: Inflasi November 2017 Terendah Sejak 2004

    10 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Badai Cempaka, Siklon Tropis yang Menyebabkan Banjir di Jawa Bali

    Badai Cempaka, siklon tropis yang melanda berbagai daerah di Jawa Bali pada akhir November 2017 menyebabkan bencana banjir di berbagai daerah.

    Sumber: Google News | Warta 24 Maluku Tengah

    Tidak ada komentar