Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan

Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTK…

Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: JUMAT
15 DESEMBER BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 14 Desember 2017 16:05 Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan DIANTAR KE RUTAN: Mantan Kadisdik HST Dia Udini (baju putih) ditahan Kejaksaan Negeri Barabai, Rabu (13/12).

PROKAL.CO, BARABAI - Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HST Dia Udini akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah. Dia dijerat kasus penyalahgunakan kebijakan dalam pembangunan ruang Kelas Baru SMK At Tin Murakata. Proyek ini diduga merugikan uang negara sebesar Rp 1,7 Miliar.

Saat ditemui usai pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri HST Rabu (13/12) siang kemarin, Dia Udini didampingi empat orang jaksa yang langsung memboyongnya ke Rutan Kelas II Barabai. Dia terlihat terburu-buru menuju mobil kejaksaan dan enggan berbicara dengan awak media.

Kajari HST Wagiyo Santoso melalui Kasi Intel Arif Faturrahman mengatakan berkas perkara Dia Udini sudah masuk ke tahap dua. Berkasnya akan segera dilimp ahkan ke pengadilan.

"Kami memang melakukan penahanan tersangka Dia Udini. Saat ini tersangka kami titipkan di Rutan Barabai," ungkapnya yang menjelaskan penahanan untuk mempercepat dan mempermudah proses persidangan nanti.

Sejatinya, ada dua tersangka kasus yang terjadi tahun 2012 silam ini. Selain Dia Udini, kasus ini juga menjerat mantan Bupati HST Harun Nurrasid.

"Untuk tersangka satunya Harun Nurasid berkasnya masih P19. Saat ini masih dalam proses dan sedang kita lengkapi berkasnya, semoga saja berkas perkaranya cepat selesai," jelasnya.

Kasi Pidsus Kejari HST Noviana Permanasari yang menangani langsung mengaku, kasus dugaan penyalahgunaan kebijakan dalam penyertaan modal APBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada Dinas Pendidikan Kabupaten HST ini memang melalui proses yang panjang sejak tahun 2016. Tapi pihaknya mengaku terus konsisten untuk melengkapi berkas perkaranya.

"Memang ada beberapa kendala yang kami alami, ya ng pertama terkait berkas-berkas yang ada. Karena kasus ini berkasnya sejak tahun 2012, jadi kami cari satu-persatu," ujarnya yang juga mengaku penanganan kasus tertunda dengan Pemilukada di awal tahun yang lalu. Harun Nurrasid sendiri salah seorang peserta suksesi.

Selain itu pemeriksaan 46 saksi dalam kasus ini juga cukup menyita waktu. "Kami penyidik dari Kejaksaan bekerja pelan-pelan tapi pasti. Karena memang prosesnya yang harus kami lalui itu panjang. Termasuk kendala-kendala di dalamnya," kisahnya.

Sementara itu Kuasa Hukum Dia Udini, Husrani Noor mengatakan sempat mengajukan surat penangguhan penahanan dan pengalihan status. Walaupun akhirnya ditolak oleh Kejaksaan Negeri Barabai.

" Sebenarnya untuk tahap dua ini kami siap untuk menghadapi persidangan. Bahkan kami ingin lalu bisa secepatnya dilakukan persidangan," jelasnya.
Tersangka mantan Kadisdik HST Dia Udini dijerat dengan
ancaman primair pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 3 1 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke â€" 1 KUHP.

Kasus ini sendiri bermula dari penyeraakan modal APBD Kabupaten HST pada Dinas Pendidikan Kabupaten HST untuk membangun RKB SMK dibawah naungan Yayasan At Tin Murakata pada tahun 2012 silam. Penyertaan modal tersebut tanpa melalui tahapan biasa seperti proses penganggaran, proses Renja, Renstra sampai musrenbang, dan hanya disampaikan saat pembahasan Panggar DPRD HST. Meski sempat menuai perdebatan di internal DPRD, proyek ini akhirnya tetap dilaksanakan.
Akhir November lalu, sebuah organisasi yang mengaku Aliansi Masyarakat Murakata Menuntut Keadilan (AMUK) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri HST untuk mempertanyakan keseriusan Kejaksaan HST dalam menangani kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan kebijakan yang menjerat Mantan Bupati HST Harun Nurasid.

“ Kami heran kenapa kasus ini seakan jalan ditempat. Padahal tersangkanya sudah ditetapkan oleh kejaksaan yaitu mantan Bupati HST dan mantan Kepala Dinas Pendidikan ,” ucap Koordinator AMUK HST Muhammad Saleh kepada Radar Banjarmasin. (zep/ay/ran)

BERITA TERKAIT
  • Terpidana Korupsi BNNK Balangan in i Resmi Ditahan
  • GMPK Temukan Sejumlah Penyimpangan Dana Desa di Kalsel
  • Korban Dana BOS, Kepsek SMAN 1 Awayan Resmi Ditahan
  • Pasutri Jadi Terdakwa Dugaan Korupsi Parkir
  • Lima Tahun Kabur, DPO Korupsi di Tapin Menyerah
  • Kontraktor Pengadaan Meubeler Disdik Tabalong Ditahan
  • Kurangi Praktek Korupsi, Solusinya Naikkan Dana Parpol?
  • KPK OTT Pejabat Banjarmasin Tadi Malam, Politisi Banjarbaru Kaget
  • MANTAP..! Koruptor Kantor Pos Bengkulu Ditangkap di Banjarmasin
  • KPK: Pemkab Kotabaru Harus Terbuka Soal Penggunaan Anggaran

BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 10:43

Satu Tahanan di Rutan Polda Kalsel Terjangkit TBC

BANJARMASIN - Satu orang dari sembilan puluh tahanan di Rutan Polda Kalsel terjangkit Tubercolosis… Rabu, 13 Desember 2017 15:37

Waduh..! Bupati Kotabaru Dituntut Rp102 Miliar

KOTABARU - Pernah mendengar pegawai menuntut kepala daerah ganti kerugian jabatan senilai Rp100 miliar… Rabu, 13 Desember 2017 15:11

Polisi Razia Knalpot Blong ke Sekolah

BANJARBARU - Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang masih adanya balapan liar dan penggunaan knalpot… Rabu, 13 Desember 2017 14:32

KNKT Investigasi Kapal Karam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi insiden karamnya… Selasa, 12 Desember 2017 12:30

Dua Pengedar Sabu Kena Jebak Polisi

BANJARMASIN - Dua sekawan Zainal Aqli alias Dhana dan Maulana alias Lana, memang ber nasib… Selasa, 12 Desember 2017 12:26

Bawa Sajam, Warga Sungai Jingah ini Terciduk Operasi Pekat

BANJARMASIN - Gara-gara bawa senjata tajam (sajam) kesayangan, Ahmad Saibani alias Bani (48), … Senin, 11 Desember 2017 13:45

Yudha Jadi Saksi Terakhir Sidang Kasus Suap PDAM Bandarmasih

BANJARMASIN â€" Sidang lanjutan kasus suap PDAM Bandarmasih kembali disidangkan Kamis (14/12) mendatang.… Senin, 11 Desember 2017 13:20

Simpan 3 Kilo Sabu di Pintu Mobil, Warga Kaltara Diamankan

BANJARMASIN â€" Penyelidikan selama kurang lebih tiga bulan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional… Senin, 11 Desember 2017 12:44

Perda Carnophen Tunggu Rekomendasi Kemendagri

BANJARMASIN â€" Peredaran gelap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya sudah semakin parah.… Senin, 11 Desember 2017 11:15

Razia Gabungan Obok-obok Empat THM di Banjarbaru, Hasilnya..

BANJARBARU - Personel gabungan dari Satpol PP Banjarbaru, TNI dan kepolisian Sabtu (9/12) malam tadi… Ayah Perkosa Anak Kandung di Paringin Dituntut 15 Tahun Penjara Kapal Kargo Tenggelam di Sungai Barito, Ternyata ini Sebabnya Trik Satpol PP Banjarbaru Cegah PSK Pembatuan Beroperasi Kembali Akhirnya, Iray Kasfy Divonis Hakim Penimbunan Gas Melon Digerebek, Pelaku Sempat Mengelak Kebakaran di Kandangan, Seorang Nenek Tewas Terpanggang Dua Pengedar Sabu Kena Jebak Polisi Yudha Jadi Saksi Terakhir Sidang Kasus Suap PDAM Bandarmasih Rp10 Juta untuk Pelicin Fasilitasi Razia Gabungan Obok-obok Empat THM di Banjarbaru, Hasilnya..
  • Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan
  • Marasnya..!! Pariwisata Kalsel Tak Dilirik Kemenpar
  • Walikota Banjarmasin Membantah Akan Bangun Jembatan Kaca
  • KPU Tapin Akui Ada Surat Tanda memenuhi Syarat
  • Kalsel Siaga Darurat Banjir, Longsor dan Puting Beliung
  • FSUDI Rencanakan Aksi Solidaritas Lanjutan untuk Palestina
  • Tahun Depan, Kawasan Terpadu Citra Plaza Bakal Difungsikan
  • HEDEH..!! Gas 12 Kg Juga Ikutan Langka
  • 5.211 Hektare Lahan di Banjarbaru Kritis
  • Janjinya Oktober, Sekarang Taman Syariah Belum juga Rampung
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Buru

Tidak ada komentar