Pemerintah tambah dua trayek baru tol laut - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Pemerintah tambah dua trayek baru tol laut

Pemerintah tambah dua trayek baru tol laut

UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL …

Pemerintah tambah dua trayek baru tol laut

UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL
Kapal Tol Laut Logistik Natuna berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/10/2016). Kapal tol laut tersebut akan beroperasi secara terjadwal untuk melayani kebutuhan logistik di pulau Natuna.
Kapal Tol Laut Logistik Natuna berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/10/2016). Kapal tol laut tersebut akan beroperasi secara terjadwal untuk melayani kebutuhan logistik di pulau Natuna.
© M Agung Rajasa /Antara Foto

Pemerintah bakal menambah dua trayek tol laut tahun depan. Menurut Direktur Je nderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Agus H. Purnomo penambahan ini untuk meningkatkan pelayanan tol laut.

Agus menjelaskan, dua trayek baru yang akan muncul tahun depan adalah Surabaya-Nusa Tenggara Timur, dan Surabaya-Maluku. Tahun lalu, proyek tol laut sudah berjalan di 13 trayek.

"(Maka) Tahun 2018 akan ditambah menjadi 15 trayek," ujar Agus di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (14/12/2017) seperti dikutip dari Kompas.com.

Tol laut adalah program angkutan logistik lewat jalur pelayaran laut yang digagas pemerintahan Jokowi-JK. Tujuannya untuk memudahkan akses logistik dari berbagai daerah untuk mendongkrak perekonomian.

Sejak 2015 hingga 2017, tol laut sudah ada 13 trayek, dan singgah di 41 pelabuhan. Sebanyak 7 trayek dikerjakan oleh PT Pelni (Persero), dan sisanya digarap swasta.

Menurut Agus, tol laut selama ini memberikan dampak yang cukup baik bagi penurunan harga-harga komoditas di beberapa daerah. &q uot;Di Wamena (Papua) harga semen turun dari Rp500 ribu per sak menjadi Rp300 ribu per sak," kata dia.

Selain meredam harga komoditas, tol laut juga bakal dipadukan dengan pelayaran feri jarak jauh atau long distance ferry. Harapannya, layanan feri jarak jauh bisa menjadi pengumpan dalam program tol laut.

Salah satu long distance ferry yang sudah diresmikan adalah pelayaran Jakarta-Surabaya. Pembukaan angkutan penyeberangan jarak jauh itu untuk mengurangi beban lalu lintas darat.

Selain menambah trayek, pemerintah juga akan menambah 5 kapal ternak pada 2018. Saat ini sudah ada 10 kapal ternak. "Dengan ada tambahan 5 kapal ternak, diharapkan distribusi ternak dari NTT dan NTB bisa lebih baik dan harga daging bisa lebih kompetitif," kata dia.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kapal ternak adalah inisiatif pemerintah untuk membangun ekonomi Indonesia bagian timur, khususnya Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang memili ki potensi ternak sapi yang tinggi.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dalam evaluasi pemerintahan Jokowi-JK Oktober lalu menyatakan, konektivitas antarlaut menjadi tantangan Indonesia mengembangkan potensi.

Selama ini, pembangunan Indonesia berpusat di Jawa dan Sumatera. Pola Jawa sentris ini membuat logistik ke luar Jawa jadi susah, tinggi biayanya, dan tak efisien.

Karena tak efisien, di Indonesia porsi biaya transportasi mencapai 14,1 persen dibanding ongkos total perdagangan. Di Jepang, yang sama-sama negara kepulauan, biaya transportasi hanya 4,9 persen.

Dengan tol laut dan transportasi logistik bisa menekan ongkos logistik. Menteri Perhubungan mengklaim, tol laut ini bisa menekan harga antara 20-40 persen.

Namun muatan balik dari pelabuhan tujuan tak optimal. Bahkan sering kali nyaris kosong. Alhasil kurang ekonomis perhitungannya. Demikian pula dengan kapal ternak. Usai berlayar membawa sapi dari Kupang ke Jakarta, kapal itu kosong.< /p>

Menteri Budi menyatakan bakal mengevaluasi kapal ternak. "Kalau produktif akan kami bangun lagi. Sedangkan kalau tidak produktif, kami bisa kerjasama dengan swasta tanpa bangun kapal karena swasta yang bangun kapalnya" ujar Budi, Oktober lalu.

Sumber: Google News | Warta 24 Maluku Tenggara Barat

Tidak ada komentar