Pelamar Buru Jabatan “Basah” dan Bergengsi - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pelamar Buru Jabatan “Basah” dan Bergengsi

Pelamar Buru Jabatan “Basah” dan Bergengsi

Salam Pelamar Buru Jabatan “Basah” dan Bergengsi Jumlah peserta seleksi terbuka untuk mengisi 64 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama (eselon II) di lingkungan Pemer…

Pelamar Buru Jabatan “Basah” dan Bergengsi

Salam

Pelamar Buru Jabatan “Basah” dan Bergengsi

Jumlah peserta seleksi terbuka untuk mengisi 64 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah

Pelamar Buru Jabatan “Basah” dan BergengsiTeuku Setia Budl

Jumlah peserta seleksi terbuka untuk mengisi 64 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh yang sudah mendaftar mencapai 150 orang. Jika setiap jabatan dibutuhkan tiga nominator, maka jumlah pendaftar minimal 192 orang. “Jumlah itu akan terus bertambah sampai 1 Desember besok,” kata Ketua Panitia Seleksi Pejabat Eselon II Lingkungan Pemerintah Aceh, Teuku Setia Budi, tiga hari lalu.

Mantan sekda Aceh itu menje laskan, dalam seleksi nanti setiap bidang JPT Pratama akan ada tiga orang yang menjadi nominator. Salah satu dari tiga orang itulah yang nantinya dipilih gubernur untuk ditempatkan sesuai bidang yang dilamarnya.

Peserta yang sudah mendaftar, banyak dari kabupaten/kota, termasuk peluang jabatan untuk lingkungan Direktur dan Wadir di RSUZA. “Banyak dokter dari rumah sakit daerah yang mendaftar untuk calon Direktur dan Wadir di RSUZA,” ujarnya.

Jabatan yang biasa banyak diincar adalah kadis binamarga, kadis kesehatan, kadis cipta karya, kadis pendidikan, kadis kesehatan, kadis pengairan, kadis keuangan, kadis pertanian, kadis peternakan, kadis kelautan dan perikanan, kadis pertambangan, kadis kehutanan, pimpinan rumah sakit jiwa (RSJ), pimpinan rumah sakit ibu dan anak (RSIA). Duku, masyarakat bilang jabatan-jabatan tersebut “basah” dan bergengsi.

Sejauh ini, publik memang belum diberi hak menilai mereka yang ingin menjadi pengisi jabatan eselon II di Pemer intahan Aceh. Akan tetapi, masyarakat punya harapan kepada gubernur selaku pemimpin Pemerintahan Aceh.

Di antara harapan masyarakat adalah bahwa para pemangku jabatan publik di instansi mana pun adalah orang-orang terpilih yang harus memiliki keunggulan dibanding lainnya. Mereka yang terpilih tidak cukup dilihat dari kecerdasannya tapi juga emosi dan moralnya pun perlu mendapat perhatian serius.

Toh, sejak awal Gubernur Irwandi Yusuf dan Wagub Nova Iriansyah sudah mengungkapkan impiannya untuk membangun pemerintahan yang berkualitas, bersih, dan transparan. Menggunakan sistem rekruitmen terhadap calon pemimpin SKPA melalui uji kelayakan dan kepatutan --serta beberapa test lainnya oleh tim seleksi independen-- merupakan upaya untuk memncapai tujuan itu.

Dengan demikian pergantian pejabat eselon II di Pemerintahan Aceh kali ini tidak memunculkan isu-isu negatif yang sudah biasa mengiringi mutasi pejabat. Selama ini, di Indonesia termasuk di Aceh ada yang mengataka n bahwa jabatan tidak bisa diburu tetapi ‘dibeli’, artinya orang ingin menduduki jabatan tertentu harus dengan mengeluarkan sejumlah uang.

Ya, itu dulu. Tapi, kini kita yakin proses penempatan seorang pejabat pimpinan instansi pemerintah di daerah ini tidak lagi seburuk itu. Faktor KKN, balas budi, primordialisme, nepotisme sudah mulai ditinggalkan pemerintahan modern di mana-mana. Semoga demikian pula di Aceh

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Buru

Tidak ada komentar