Gempa Jawa Barat Dirasakan Kuat di Yogya, Ini Penjelasan BMKG - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Gempa Jawa Barat Dirasakan Kuat di Yogya, Ini Penjelasan BMKG

Gempa Jawa Barat Dirasakan Kuat di Yogya, Ini Penjelasan BMKG

Sabtu 16 Desember 2017, 09:35 WIB Gempa Jawa Barat Dirasakan Kuat di Yogya, Ini Penjelasan BMKG Ristu Hanafi - detikNews Foto: Zaki Alfarabi/…

Gempa Jawa Barat Dirasakan Kuat di Yogya, Ini Penjelasan BMKG

Sabtu 16 Desember 2017, 09:35 WIB Gempa Jawa Barat Dirasakan Kuat di Yogya, Ini Penjelasan BMKG Ristu Hanafi - detikNews Gempa Jawa Barat Dirasakan Kuat di Yogya, Ini Penjelasan BMKGFoto: Zaki Alfarabi/detikcom FOKUS BERITA: Gempa 6,9 SR Guncang Jawa sleman - Gempa bumi tektonik berkekuatan 6.9 SR pada Jumat (15/12) malam terasa kuat hingga berbagai wilayah di Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta dan sekitarnya. Getaran gempa dirasakan kuat oleh warga Yogyakarta. Dua wilayah pesisir yakni Bantul dan Kulon Progo sempat ada peringatan waspada tsunami.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, yang akhirnya dicabut Sabtu (16/12) pukul 02.26 WIB.
Kepala BMKG Yogyakarta Nyoman Sukanta melalui keterangan tertulis dari BMKG menyebut gempa bumi yang terjadi pukul 23.47 WIB berpusat di 42 km barat daya Kawalu, Jawa Barat tepatnya 7.75 LS dan 108.11 BT dengan kedalaman 107 km, diakibatkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat timbunan atau penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa.
"Dan wilayah DIY juga merasakan getaran gempa cukup kuat," jelas Sukanta, kepada detikcom, Sabtu (16/12/2017).
Wilayah paling terasa gempa bumi cukup keras dirasakan di Bandung, Kebumen, Karangkates, lalu juga dirasakan di Yogyakarta, Jakarta, Depok, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Badung, Mataram, dan daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dari hasil monitoring BMKG sampai pukul 02.14, terjadi tiga kali gempa susulan dengan kekuatan 3.2 SR, 3.4 SR, dan 3.2 SR. Lalu dari pengamatan Stasiun Tide Gauge di Pangandaran, Pamayang Sari, Binangeun, dan Pacitan, tidak terekam adanya kenaikan air laut.
"Semalam wilayah pesisir selatan Kulon Progo dan Bantul sempat ada peringatan dini waspada tsunami, tapi sudah dicabut. Jadi kita imbau masyarakat tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami, " jelas Sukanta.
(bgs/bgs)Sumber: Google News | Warta 24 Maluku Barat Daya

Tidak ada komentar