Gelombang Laut Tinggi, BMKG Minta Nelayan Waspada - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Gelombang Laut Tinggi, BMKG Minta Nelayan Waspada

Gelombang Laut Tinggi, BMKG Minta Nelayan Waspada

Noer Ardiansjah | Dec 24 2017, 12:28 Ilustrasi nelayan. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)������������������������������������������������������������������…

Gelombang Laut Tinggi, BMKG Minta Nelayan Waspada

Noer Ardiansjah | Gelombang Laut Tinggi, BMKG Minta Nelayan Waspada Ilustrasi nelayan. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

MerahPutih.com - Para nelayan tradisional diimbau mewaspadai gelombang tinggi sekitar 4 hingga 6 meter di laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, pada beberapa hari ke depan.

"Gelombang setinggi 4 sampai 6 meter berbahaya bagi nelayan yang hendak menangkap ikan dengan armada tradisional," kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon George Mahubessy, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu (24/12).

Imbauan tersebut telah diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku maupun sembilan kabupaten dan dua kota.

Karena itu, para nelayan yang hendak menangkap ikan diminta tidak memaksakan diri melaut hanya dengan mengandalkan armada tradisional.

"Armada tradisional berupa perahu yang biasanya disebut ketinting tersebut tidak kuat menahan gempuran ombak setinggi tiga meter sehingga lebih baik mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut," ujar George.

Meski demikian, tinggi gelombang di laut Banda itu tidak diperburuk embusan angin kencang.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang lebih dari 30 km/jam berpeluang terjadi di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tenggara Barat (MTB).

Kabupaten MBD merupakan daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) yang secara geografis berdekatan dengan Timur Leste dan Australia.

George mengemukakan, dalam k ondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan jika dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

"Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan," tegasnya. (*)

BERITA LAINNYA

Image

BMKG Prakirakan Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan

Image

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Image

BMKG Minta Masyarakat Waspada i Cuaca Ekstrem

Image

Hujan Lebat Disertai Petir Daerah Lampung hingga Sabtu

Image

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Wilayah Lampung dan Sekitarnya

Image

Tahun Baru, Penyeberangan Tiga Gili Lombok Ditutup

Image

Nelayan Probolinggo Ketiban Untung karena Ubur-ubur

Image

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Image

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Image

Nelayan Dapatkan Kapal Tambahan dari Pemerintah

Image

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Hujan Lebat Selama Natal dan Tahun Baru

Image

Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Tutup untuk Sementara

Tags Artikel Ini
Noer Ardiansjah

Pemerhati sejarah dan budaya yang juga tak pernah lelah memerhatikanmu.


  • Contact :
  • Post: 8.082
  • view all +

LAINNYA DARI MERAH PUTIH

  • Operasi Pasar Polda Metro Sediakan 900 Ton Daging Murah INDONESIA | | Zaimul Haq Elfan Habib

    Operasi Pasar P olda Metro Sediakan 900 Ton Daging Murah

    Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Bulog Divisi Regional Jakarta Banten

  • Urai Kemacetan, Tol Jakarta-Cikampek Terapkan Sistem Contraflow INDONESIA | | Zaimul Haq Elfan Habib

    Urai Kemacetan, Tol Jakarta-Cikampek Terapkan Sistem Contraflow

    Sebelum merayakan Natal dan Tahun Baru 2018, hampir semua jalan di Jakarta dipadati kendaraan

  • Tiga Alasan Panglima TNI Anulir Mutasi yang Diteken Jenderal Gatot INDONESIA | | Luhung Sapto

    Tiga Alasan Panglima TNI Anulir Mutasi yang Diteken Jenderal Gatot

    Panglima TNI beralasan keputusan itu diambil karena kebutuhan organisasi.


Ikuti kami di social media

Sumber: Google News | Warta 24 Mal uku Tenggara Barat

Tidak ada komentar