Federasi Serikat Guru: 2017, Kekerasan di Dunia Pendidikan Makin ... - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Federasi Serikat Guru: 2017, Kekerasan di Dunia Pendidikan Makin ...

Federasi Serikat Guru: 2017, Kekerasan di Dunia Pendidikan Makin ...

KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo (kanan) dan Wasekjen FSGI/Ketua Umum SEGI Jakarta Satriawan Sal…

Federasi Serikat Guru: 2017, Kekerasan di Dunia Pendidikan Makin ...

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo (kanan) dan Wasekjen FSGI/Ketua Umum SEGI Jakarta Satriawan Salim (kiri) dalam sebuah diskusi catatan akhir tahun pendidikan sepanjang 2017, di LBH Jakarta, Selasa (26/12/2017).KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo (kanan) dan Wasekjen FSGI/Ketua Umum SEGI Jakarta Satriawan Salim (kiri) dalam sebuah diskusi catatan akhir tahun pendidikan sepanjang 2017, di LBH Jakarta, Selasa (26/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memberikan catatan akhir tahun pen didikan di 2017.

Salah satunya yaitu, dari pengamatan kualitatif FSGI, kekerasan di dunia pendidikan terlihat semakin masif dan mengerikan sepanjang tahun ini.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriawan Salim menyebutkan beberapa diantaranya yaitu siswa kelas 3 SD di Sukabumi bernama SR (9 tahun) yang tewas setelah terlibat perkelahian dengan temannya di belakang sekolah.

Meski berdasarkan autopsi, kematian SR bukan disebabkan pukulan temannya, namun pukulan tersebut mengakibatkan SR terjatuh dan pingsan.

"Karena SR memiliki sakit bawaan berupa pengentalan darah, maka posisi jatuh tersebut mengakibatkan darah yang kental tak bisa mengalir secara lancar," katanya dalam sebuah diskusi di LBH, Jakarta, Selasa (26/12/2017).

(Baca juga: Berkelahi dengan Temannya, Siswa SD di Sukabumi Tewas)

Satriawan menyebut kasus lain yang terjadi di Lombok Barat, di mana terjadi pemukulan terhadap sejumlah siswa yang kerap dilakukan oleh seorang guru.

Ironisnya, guru yang kerap melakukan pemukulan tersebut justru menjadi "andalan" kepala sekolah untuk "mendisiplinkan" siswa di sekolah itu.

Sejumlah video kekerasan juga sempat viral sepanjang 2017. Salah satunya yakni video yang memperlihatkan seorang guru yang menampar empat siswi di Maluku Tenggara Barat.

Kemudian ada video pemukulan siswa di Pontianak.

Kekerasan juga terjadi di luar sekolah, namun masih menyasar para pelajar. Pelakunya bahkan merupakan para senior dan alumni, seperti yang terjadi di kasus gladiator Bogor.

Kasus gladiator Bogor yang melibatkan siswa dan alumni dari SMA Budi Mulia dan SMA Mardiyuana tersebut menewaskan Hilarius.

(Baca juga: Maria Kisahkan Anaknya Dihajar Tanpa Ampun hingga Tewas dalam Duel ala Gladiator)

"Yang terakhir terjadi di Rumpin, yang menewaskan MRS karena luka bacok dan mengakibatkan korban meninggal kehabisan darah," ujar Satriawan.

FSGI menyayangkan masifnya kekerasan di dunia pendidikan. Menurut Satriawan, semestinya sekolah menjadi tempat yang aman baik bagi siswa maupun guru.

"Tapi ini terbalik. Sekolah menjadi tempat yang tidak aman, karena tidak hanya bullying tapi juga kekerasan fisik bahkan pembunuhan, itu terjadi di sekolah, bahkan pelakunya justru guru sendiri," kata dia.

Seharusnya, sekolah menjadi tempat yang aman sebagaimana analoginya sebagai rumah kedua.

Satriawan menyampaikan, FSGI pun memberikan masukan agar guru-guru diberi pelatihan cara mencegah dan menangani kekerasan di sekolah.

Pasalnya, menurut dia, banyak guru dan kepala sekolah yang gagap dalam menghadapi kekerasan di sekolah.

Selain itu, pemerintah diharapkan melakukan percepatan dan sosialiasi program sekolah ramah anak.

Terkini Lainnya

Donasi untuk Mahar Emas Nikah Massal Tahun Baru Terkumpul 7 Persen

Donasi untuk Mahar Emas Nikah Massal Tahun Baru Terkumpul 7 Persen

Megapolitan 29/12/2017, 13:09 WIB Golkar, Demokrat dan PPP Bentuk Poros Baru Hadapi Pilkada Jateng

Golkar, Demokrat dan PPP Bentuk Poros Baru Hadapi Pilkada Jateng

Nasional 29/12/2017, 13:07 WIB BPOM Kenalkan Mobil Pemusnah Obat dan Makanan Berbahaya

BPOM Kenalkan Mobil Pemusnah Obat dan Makanan Berbahaya

Nasional 29/12/2017, 12:59 WIB Polda Metro Minta Pemprov DKI Pindahkan PKL di Jatibaru ke Blok G

Polda Metro Minta Pemprov DKI Pindahkan PKL di Jatibaru ke Blok G

Megapolitan 29/12/2017, 12:53 WIB Anies: Ke Depan, Kami Ingin Pasar Jadi Salah Satu Tujuan Wisata

Anies: Ke Depan, Kami Ingin Pasar Jadi Salah Satu Tujuan Wisata

Megapolitan 29/12/2017, 12:53 WIB Kasus Narkoba Turun, Barang Bukti Hasil Kejahatan Meningkat Drastis

Kasus Narkoba Turun, Barang Bukti Hasil Kejahatan Meningkat Drastis

Nasional 29/12/2017, 12:53 WIB KPK Akan Buktikan Penerimaan 7,3 Juta Dollar AS oleh Novanto di Persidangan E-KTP

KPK Akan Buktikan Penerimaan 7,3 Juta Dollar AS oleh Novanto di Persidangan E-KTP

Nasional 29/12/2017, 12:49 WIB Muncul Petisi Kritikan Penataan Tanah Abang, Sandi Minta Warga Kasih Solusi

Muncul Petisi Kritikan Penataan Tanah Abang, Sandi Minta Warga Kasih Solusi

Megapolitan 29/12/2017, 12:35 WIB Pastikan Tak Ada yang Bolos, Sandi Akan Cek Ruangan SKPD pada 2 Januari

Pastikan Tak Ada yang Bolos, Sandi Akan Cek Ruangan SKPD pada 2 Januari

Megapolitan 29/12/2017, 12:31 WIB Menebak Inisial 'D', Pendamping Bima Arya dalam Pilkada Kota Bogor

Menebak Inisial "D", Pendamping Bima Arya dalam Pilkada Kota Bogor

Regional 29/12/2017, 12:31 WIB Jepang Bakal Kekurangan Pilot pada 2030

Jepang Bakal Kekurangan Pilot pada 2030

Internasional 29/12/2017, 12:07 WIB Sandi: Berkat Penataan Tanah Abang, 3.200 Lapangan Pekerjaan Terselamatkan

Sandi: Berkat Penataan Tanah Abang, 3.200 Lapangan Pekerjaan Terselamatkan

Megapolitan 29/12/2017, 12:05 WIB Turis Asal Swedia Hilang Saat Menyelam di Perairan Komodo

Turis Asal Swedia Hilang Saat Menyelam di Perairan Komodo

Regional 29/12/2017, 11:58 WIB Polisi Ringkus Pembunuh Bayaran dengan Honor Rp 650.000

Polisi Ringkus Pembunuh Bayaran dengan Honor Rp 650.000

Regional 29/12/2017, 11:47 WIB Pasar Senen Blok III yang Terbakar Tahun 2014 Selesai Dibangun Kembali

Pasar Senen Blok III yang Terbakar Tahun 2014 Selesai Dibangun Kembali

Megapolitan 29/12/2017, 11:45 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Maluku Tenggara Barat

Tidak ada komentar