Dua Tahun, 17 Desa Tertinggal di Pulau Aru Jadi Desa Berkembang - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Dua Tahun, 17 Desa Tertinggal di Pulau Aru Jadi Desa Berkembang

Dua Tahun, 17 Desa Tertinggal di Pulau Aru Jadi Desa Berkembang

Dua Tahun, 17 Desa Tertinggal di Pulau Aru Jadi Desa Berkembang "Sebelumnya tahun 2015 hanya 2 desa tergolong Desa Berkembang dari 117 desa, tapi sekarang suda…

Dua Tahun, 17 Desa Tertinggal di Pulau Aru Jadi Desa Berkembang

Dua Tahun, 17 Desa Tertinggal di Pulau Aru Jadi Desa Berkembang

"Sebelumnya tahun 2015 hanya 2 desa tergolong Desa Berkembang dari 117 desa, tapi sekarang sudah meningkat menjadi 19 Desa Berkembang"

Dua Tahun, 17 Desa Tertinggal di Pulau Aru Jadi Desa BerkembangIstimewaDIREKTUR Pengembangan Daerah Perbatasan, Ditjen PDTu, Kemendes PDTT, Endang Supriyani (tengah) dan Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga (enam dari kiri), berpose bersama usai acara peresmian proyek jalan desa di wilayah perbatasan negara, tepatnya jalan Desa Tunguwatu-Gorar, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Sabtu (16/12/2017).

WARTA KOTA, PALMERAH --- Pembang unan jalan yang telah dilakukan Pemerintah Pusat di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku terbukti meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Tercatat, sebanyak 17 Desa Tertinggal berubah menjadi Desa Berkembang dalam kurun waktu dua tahun belakangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga saat mendampingi Direktur Pengembangan Daerah Perbatasan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Endang Supriyani saat meresmikan proyek jalan desa di wilayah perbatasan negara yakni Jalan di Desa Tunguwatu-Gorar, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Sabtu (16/12/2017) kemarin.

Dirinya mengaku menyambut baik program Kemendes PDTT karena akan semakin mempercepat pembangunan desa, khususnya di wilayah Kepulauan Aru. Sebab Kepulauan Aru sendiri katanya memiliki potensi alam yang cukup besar yaitu di sektor perikanan, migas se rta pariwisata, tetapi terhambat faktor transportasi.

"Sebelumnya tahun 2015 hanya 2 Desa tergolong Desa Berkembang dari 117 desa. Sekarang sudah meningkat menjadi 19 Desa Berkembang," ujar Johan Gonga dalam siaran tertulis yang diterima Warta Kota, Minggu (17/12/2017).

"Pengentasan ketertinggalan di Kepulauan Aru utamanya untuk mengatasi beberapa tantangan utama seperti hambatan transportasi, rendahnya sumber daya manusia (SDM( karena terbatasnya tingkat pendidikan, serta faktor kesehatan warga yang perlu terus ditingkatkan," imbuhnya.

Sementara itu, Endang Supriyani menyebutkan Ditjen PDTu Kemendes PDTT telah membangun sejumlah fasilitas dasar di Kepulauan Aru sejak tahun 2015 hingga 2017, antara lain meliputi pembangunan jalan desa, penyediaan sarana air bersih, pengadaan kapal, dan pengembangan potensi sumberdaya.

"Pada 2015, proyek Jalan Sirip Perbatasan sepanjang 21,2 kilometer antara Desa Longgar â€" Desa Mesiang, Kecamatan Aru Tengah Selatan tahap pertama. Pada 2016, melanjutkan pembangunan proyek Jalan Sirip Perbatasan sepanjang 10 kilometer antara Desa Longgar â€" Desa Mesiang dan Penyediaan Kapal Penumpang kapasitas 50 orang," paparnya.

"Sedangkan pada 2017, pembangunan jalan desa sepanjang 4 kilometer antara Desa Tunguwatu dengan Desa Gorar, Penyediaan kapal barang kapasitas 32 GT, dan pengembangan budidaya rumput laut Desa Leting dan Gomsey di Kecamatan Aru Utara," tambahnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki Editor: Fred Mahatma TIS Sumber: Warta Kota Ikuti kami di Diancam akan Dilaporkan ke Atasan, Petugas SPBU Datangi Pelanggan dan Kembalikan Uang Rp 200 Ribu Sumber: Google News | Warta 24 Kepulauan Aru

Tidak ada komentar