BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Ekstrem - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama tiga hari kedepan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem dikatakan …

BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama tiga hari kedepan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem dikatakan masih akan terjadi.
"Dalam tiga hari kedepan masih terdapat beberapa potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Diantaranya hujan lebat hingga sangat lebat," ujar Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG, di gedung BMKG, Jalan Angkasa 1, Jakarta, Senin (4/11).
Hujan lebat hingga sangat lebat kemungkinan terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Kep. Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua. Potensi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 20 knot juga diperkirakan terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Sementara potensi gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter terjadi di perairan u tara Pulau Sabang, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue - Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Sumatera, Perairan utara kep. Anambas - Kep. Natuna, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang ada, BMKG menghimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi untuk waspada akan genangan, banjir, maupun longsor yang mungkina terjadi akibat hujan lebat yang ada. "Kami mengimbau agar masyarakat waspada terhadap banjir, longsor, juga tumbangnya pohon atau baliho akibat hujan lebat yang disertai angin," ujar Dwikorita.
Bagi nelayan ataupun masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, BMKG meminta kewaspadaannya akan kenaikan tinggi gelombang laut. Hujan lebat dan angin kencang dikatakan berbahaya bagi kapal berukuran kecil yang akan berlayar.
"Bagi nelayan disarankan untuk menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda," ucap Kepala BMKG tersebut.

Sumber: Google News | Warta 24 Maluku Tenggara Barat

Tidak ada komentar