Ada Jalur Pendakian Baru di Taman Nasional Gunung Tambora - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Ada Jalur Pendakian Baru di Taman Nasional Gunung Tambora

Ada Jalur Pendakian Baru di Taman Nasional Gunung Tambora

SPORTOURISM - Bupati Kabupaten Bima, Indah Dhamayanti Putri, resmi mendeklarasikan Jalur Pendakian Kawinda To’i, yang merupakan salah satu jalur resmi dari empat jalur ya…

Ada Jalur Pendakian Baru di Taman Nasional Gunung Tambora

SPORTOURISM - Bupati Kabupaten Bima, Indah Dhamayanti Putri, resmi mendeklarasikan Jalur Pendakian Kawinda To’i, yang merupakan salah satu jalur resmi dari empat jalur yang ada di Taman Nasional Tambora. Hal ini dikabarkan oleh akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BKSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLKH), Kamis (14/12).

Kawasan konservasi Gunung Tambora merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa di antaranya dari kelas mamalia (Rusa Timor), reptil (Biawak, Kadal Pohon, Ular Sanca), primata (Kera Abu) dan aves. Terdapat 8 jenis burung yang dilindungi, 1 jenis di antaranya merupakan spesies perioritas terancam punah dan dua jenis burung endemik NTB.

Potensi wisata alam Gunung Tambora menyuguhkan keindahan panorama dari hutan daratan rendah hingga hutan pegunungan. Berbagai flora dan fauna dapat dite mui yang akan menambah pengalaman dan merupakan sensasi tersendiri bagi wisatawan.

Taman Nasional Gunung Tambora adalah sebuah taman nasional yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Taman Nasional ini secara administratif termasuk dalam Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Penunjukan kawasan TN Gunung Tambora dilakukan dengan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 7 April 2015. Taman nasional ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 11 April 2015, bertepatan dengan peringatan 100 tahun letusan besar Gunung Tambora pada 11 April 1815.

Status kawasan sebelum menjadi Taman Nasional terdiri dari Cagar Alam seluas 23.840,81 hektare, Suaka Margasatwa seluas 21.674,68 hektare, dan Taman Buru seluas 26.130,25 hektare.

Melansir wikipedia, kawasan konservasi Gunung Tambora memiliki potensi keanekaragaman hayati yang luar biasa. Vegetasi yang tumbuh disana terdiri dari 106 jenis pohon, 18 jenis epifit, 6 jenis herba, 39 je nis liana, dan 49 jenis perdu. [AR]

Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Buru

Tidak ada komentar