4 Hektar Lahan LIPI di Ambon akan Dijadikan Hutan Kota pada 2018 - Warta 24 Maluku
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

4 Hektar Lahan LIPI di Ambon akan Dijadikan Hutan Kota pada 2018

4 Hektar Lahan LIPI di Ambon akan Dijadikan Hutan Kota pada 2018

Ilustrasi hutan. (Foto: Pixabay)Lahan seluas 4 hektar milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Ambon pada 2018 akan dijadikan sebagai kawasan hutan kota. L…

4 Hektar Lahan LIPI di Ambon akan Dijadikan Hutan Kota pada 2018

Ilustrasi hutan.

Ilustrasi hutan. (Foto: Pixabay)
Lahan seluas 4 hektar milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Ambon pada 2018 akan dijadikan sebagai kawasan hutan kota. Lokasi tersebut, berada di tepi sungai Guruguru yang tidak jauh dari fasilitas bangunan dan infrastruktur Pusat Penelitian Laut Dalam (PPLD) LIPI.Kepala PPLD-LIPI, Augy Syahailatua menyebutkan lokasi lahan tersebut memiliki kemiringan lebih dari 40 derajat sehingga tidak cocok dijadikan lokasi mendirikan bangunan."Ada 8 hektar tanah LIPI yang kosong. Kami melihat, ada peluang untuk separuhnya dijadikan sebagai lahan terbuka hijau," kata Augy seperti yang dilansir Antara, Sabtu (30/12).

Baca Juga :

  • LIPI Minta Masyarakat Laporkan Flora dan Fauna Baru di Indonesia
  • Peneliti LIPI: Jamur Dapat Turunkan Kolesterol dan Bersifat Antitumor
  • LIPI Ingin Tularkan Kecintaan Penelitian kepada Generasi Muda
Augy menjelaskan, proyek pembangunan hutan kota tersebut rencananya akan dimulai pada 2018 dengan melibatkan Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor-LIPI dan Pemkot Ambon. Meski tanah tersebut milik LIPI, namun Augy menyebutkan pengelolaannya sepenuhnya akan diserahkan pada pemerintah setempat."Lahannya punya kami, tapi pemanfaatannya bisa untuk umum karena itu dikelola oleh Pemkot. Di situ nantinya bisa digelar berbagai kegiatan seperti outing dan sebagainya," ucapnya.Ia menyebutkan, saat ini sudah ada banyak usulan tumbuhan dan pohon buah yang harus ditanam di kawasan tersebut. Tanaman-tanaman tersebut seperti lobi-lobi (Flacourtia inermis), kecapi (Sandoricum koetjape), namnam (Cynometra cauliflora), enau (Arenga pinnata), serta kayu mani s (Cinnamomum verum)."Tumbuhan jenis apa saja boleh, sudah ada banyak usulan yang masuk, tapi kalau dari kami sendiri yang paling utama adalah tanaman lokal. Misalnya, tiap kabupaten ada satu pohon atau buahnya yang ditanam di hutan kota," pungkasnya.Sumber: Google News | Warta 24 Ambon

Tidak ada komentar